Museum Samparaja Bima raih penghargaan nasional pelestarian naskah kuno

id Museum Kebudayaan Samparaja Bima, Penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka Tahun 2025, Perpusnas,Festival Literasi Perpusnas 2025

Museum Samparaja Bima raih penghargaan nasional pelestarian naskah kuno

Kepala Museum Samparaja Bima, Dewi Ratna Muchlisa, menerima penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka 2025 kategori Pelestarian Naskah Kuno dari Kepala Perpustakaan Nasional RI, Prof. E. Aminuddin Azis, dalam Festival Literasi Perpusnas 2025 di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Selasa (28/10/2025) malam. (ANTARA/HO-Museum Kebudayaan Samparaja Bima)

Kota Bima (ANTARA) - Museum Kebudayaan Samparaja Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) menerima Penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka Tahun 2025 dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), untuk kategori Pelestarian Naskah Kuno di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).

Penyerahan tersebut, dilakukan langsung oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI, Prof. E. Aminuddin Azis, M.A, Ph.D.

Kepala Museum Kebudayaan Samparaja, Dewi Ratna Muchlisa, menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan yang diterima bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Senin (28/10).

"Alhamdulillah, di hari Sumpah Pemuda ini, Museum Samparaja Bima mendapatkan penghargaan tertinggi dari Perpustakaan RI, atas jasa kami dalam melestarikan naskah kuno serta mengembangkan literasi di Bima," ungkapnya.

Baca juga: Museum NTB dukung pengelolaan kelembagaan museum desa

Ia menjelaskan, penetapan itu tertuang dalam Surat Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor B.3185/3/JIP.01/X.2025 tertanggal 17 Oktober 2025 tentang Pemberitahuan Penerima Penghargaan Naskah Kuno.

Sebagai putri daerah, kata Doktor Dewi, dirinya mengaku sangat bangga karena kerja-kerja senyap museum akhirnya mendapat pengakuan nasional.

"Kami bekerja dalam sunyi. Kami meraih bintang di langit, namun terlihat hanya sebatas mata kaki. Tapi obor literasi akan terus menyala dan tak akan pernah padam di Museum Samparaja Bima," ujarnya.

Dalam acara tersebut juga tampil Maman Suherman yang menerima penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka untuk kategori Pegiat Literasi Nasional, serta menghadirkan dialog literasi bersama Maudy Ayunda dan Dea Anugrah.

Diketahui, Museum Samparaja Bima selama ini dikenal sebagai lembaga yang aktif mengarsipkan naskah-naskah kuno Kesultanan Bima serta menjadi pusat edukasi literasi dan budaya bagi masyarakat. Penghargaan ini menegaskan peran penting Museum Samparaja sebagai penjaga warisan literasi Nusantara dari timur Indonesia.

Baca juga: Menbud menegaskan keamanan museum jadi salah satu fokus pihaknya
Baca juga: Museum NTB boyong dua koleksi wastra dalam pameran keliling di Sumbawa
Baca juga: Registrasi Museum langkah konkret pemetaan warisan budaya

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.