Mataram (ANTARA) - Ribuan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) ikut memeriahkan Pawai Budaya Pelajar se-Kota Mataram yang digelar di sepanjang Jalan Pejanggik Mataram, Rabu, memperingati Hari Sumpah Pemuda 2025.
Peserta pawai budaya di lepas langsung Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di depan SMP Negeri 15 Mataram dan disaksikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Yusuf, serta jajaran terkait lainnya di Mataram.
Wali Kota Mataram di sela kegiatan mengapresiasi semangat para pelajar yang tetap antusias menampilkan berbagai budaya dengan pakaian adat dari berbagai daerah.
"Mereka memperlihatkan semangat kebersamaan dalam keberagaman wajah sejati Kota Mataram yang damai dan terbuka," katanya.
Baca juga: Pawai budaya pelajar kenalkan nilai luhur kebudayaan digelar di Mataram
Ia mengatakan, dari beragam warna budaya dan ekspresi, warga Kota Mataram bersatu untuk terus menjaga harmoni dan kebanggaan budaya bersama.
Wali kota mengatakan, Pawai Budaya Pelajar menjadi satu ajang ekspresi kreativitas sekaligus wujud kecintaan pelajar terhadap kebudayaan daerah karena menggambarkan semangat kebersamaan dalam keberagaman yang telah menjadi jati diri masyarakat Kota Mataram.
"Mataram sangat terbuka bagi siapa pun yang ingin maju bersama. Kami ingin seluruh masyarakat merasa memiliki tempat di kota ini, sekaligus tetap bangga dengan identitas dan budayanya," katanya.
Wali kota mengatakan, keberagaman yang tampak dari beragam pakaian adat yang dikenakan para pelajar merupakan simbol kekayaan budaya sekaligus alat pemersatu masyarakat.
Apa yang ditampilkan para pelajar mencerminkan wajah sejati Kota Mataram sebagai kota yang terbuka dan harmonis serta menggambarkan heterogenitas Kota Mataram yang menjadi milik semua.
"Dari beragam warna budaya dan ekspresi, kita bersatu sebagai orang Mataram," katanya.

Meski kegiatan berlangsung di tengah suasana hujan gerimis, namun semangat para pelajar tidak surut. Para pelajar tetap antusias menampilkan berbagai atraksi, tarian, dan kostum adat dari seluruh penjuru nusantara.
Wali Kota Mataram menilai, hal itu sebagai bentuk semangat dan bukti kecintaan generasi muda terhadap budaya serta simbol kebersamaan yang terus hidup di tengah masyarakat.
Kegiatan pawai budaya seperti itu memiliki nilai edukatif dan sosial yang tinggi sebab selain menjadi wadah bagi pelajar untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya, kegiatan tersebut juga memperkuat jalinan silaturahmi antar sekolah dan masyarakat.
"Melalui kegiatan itu, kami kita berharap semangat persaudaraan dan persatuan semakin tumbuh kuat. Mari terus menjaga harmoni dan menjadikan Mataram sebagai kota
yang damai, terbuka, dan penuh semangat kebersamaan," katanya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Yusuf mengatakan, Pawai Budaya Pelajar se-Kota Mataram 2025 mengusung tema "Semangat Juang Sumpah Pemuda untuk Sinergi Pendidikan dan Pemajuan Kebudayaan".
Rute pawai dimulai dari depan SMP Negeri 15 Mataram dan berakhir di Lapangan Sangkareang, menampilkan keindahan busana daerah, seni tradisi, hingga pertunjukan kreasi
modern yang menggambarkan perpaduan antara pendidikan dan pelestarian budaya.
"Alhamdulillah, kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat yang antusias menyaksikan jalannya pawai di sepanjang rute," katanya.
