MEKAR memamerkan inovasi pembiayaan karya anak bangsa di forum global

id Mekar Investama Teknologi,fintech lending,platform MEKAR,pembiayaan daring,pembiayaan UMKM,contract farming

MEKAR memamerkan inovasi pembiayaan karya anak bangsa di forum global

Founder & CEO PT Mekar Investama Teknologi (MEKAR) Pandu Aditya Kristy (kanan) menjadi salah satu narasumber dalam Digital Financial Inclusion Conference 2025 yang diselenggarakan oleh International Finance Corporation (IFC), lembaga keuangan internasional anggota World Bank Group, di Ho Chi Minh City, Vietnam, Kamis (30/10/2025). ANTARA/HO-MEKAR.

Jakarta (ANTARA) - PT Mekar Investama Teknologi (MEKAR), platform fintech lending yang berfokus pada pembiayaan berdampak (impact lending) bagi UMKM di Indonesia, memperkenalkan inovasi pembiayaan digital karya anak bangsa di ajang internasional Digital Financial Inclusion Conference 2025.

Founder & CEO MEKAR Pandu Aditya Kristy menjadi salah satu narasumber dalam konferensi tersebut yang diselenggarakan oleh International Finance Corporation (IFC), lembaga keuangan internasional anggota World Bank Group, di Ho Chi Minh City, Vietnam.

“Sebagai perwakilan dari MEKAR, saya berbagi tentang bagaimana Mekar terus menghadirkan inovasi guna memberdayakan petani di Indonesia, dengan menekankan pentingnya melangkah lebih jauh dari sekadar penyaluran pinjaman,” ucapnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.

Ia pun memaparkan pengalaman pihaknya dalam mengembangkan model pembiayaan yang mampu menjawab kebutuhan pelaku usaha produktif, khususnya di sektor pertanian dan UMKM.

Salah satunya strategi inovatif penerapan contract farming (pertanian kontrak), implementasi program Multi-Micro Agriculture Financing (MMAF), serta optimalisasi potensi melalui pembiayaan aset bergerak untuk membantu meningkatkan produktivitas pelaku usaha pertanian sekaligus memperkuat rantai pasok pangan nasional.

Baca juga: Govt prepares AI roadmap to drive financial product innovation

Pandu menambahkan, kolaborasi lintas sektor dan penerapan digital collateral registry (sistem digital registrasi agunan) juga diperlukan agar dapat mempercepat proses penilaian risiko sekaligus memperluas jangkauan pembiayaan.

Partisipasi pihaknya dalam konferensi tersebut, lanjut dia, menjadi momentum untuk memperkenalkan model pembiayaan solutif dan adaptif yang diterapkan di Indonesia kepada audiens global.

Baca juga: AFPI gelar literasi finansial bagi UMKM

Selain itu, keikutsertaan tersebut juga menegaskan misi perusahaan dalam mendorong kolaborasi internasional guna memperkuat dampak sosial dan ekonomi melalui pembiayaan produktif yang inklusif.

Ia menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan solusi keuangan agar dapat memberdayakan lebih banyak pelaku usaha kecil dan menengah, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan.

“Inklusi keuangan sejati membutuhkan lebih dari sekadar layanan fintech lending (pinjaman daring), melainkan ekosistem keuangan yang terintegrasi untuk mendukung pertumbuhan yang sirkular dan berkelanjutan,” kata Pandu Aditya Kristy.

Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.