Lombok Timur (ANTARA) - Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap seorang kepala lingkungan asal Desa Beleke, Kabupaten Lombok Tengah, yang dilaporkan hilang terseret ombak saat memancing di Pantai Batu Dagong, Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Petugas gabungan masih melanjutkan pencarian, semoga hari ini bisa ditemukan," kata Koordinator Pos SAR Kayangan Lalu Muh Hilmi di Lombok Timur, Kamis.
Menurut laporan yang diterima Kantor SAR Mataram, pada Selasa (4/11), korban Ardian (35) pergi memancing ikan di Pantai Batu Dagong Desa Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur bersama seorang rekannya.
Saat sedang fokus memancing, tiba-tiba ombak besar datang dan menghempas keduanya, rekannya berhasil menyelamatkan diri, sedangkan Andri hilang terseret derasnya ombak, Rabu (5/11).
Menanggapi laporan tersebut, Tim Rescue dari Pos SAR Kayangan diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk memulai operasi SAR, namun belum bisa ditemukan, sehingga pencarian tetap dilanjutkan sesuai standar operasional.
Tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian secara maksimal melalui penyisiran di permukaan laut menggunakan perahu karet, pemantauan udara menggunakan drone thermal untuk memantau area perairan dan pesisir, dan menyisir secara intensif di sepanjang garis Pantai Batu Dagong.
Operasi SAR ini melibatkan kolaborasi dari TNI, Polri, Unit SAR Lombok Timur, Damkarmat Lombok Timur, BPBD Lombok Timur, warga setempat, dan pihak terkait lainnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta warga NTB untuk mewaspadai curah hujan tinggi selama sepekan ke depan dari tanggal 4 hingga 11 November 2025.
"Saat ini terpantau ada gangguan atmosfer yang mampu menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem," kata Kepala Stasiun Meteorologi BMKG NTB Satria Topan Primadi.
Satria menjelaskan peningkatan curah hujan disebabkan oleh beberapa faktor dinamika atmosfer, yakni gelombang atmosfer frekuensi rendah, belokan angin, serta kelembapan tinggi di berbagai lapisan udara yang memicu terbentuknya awan konvektif.
Baca juga: Tim SAR sisir aliran sungai cari remaja hilang di Lombok Utara
BMKG mendeteksi potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, serta wilayah Sumbawa hingga Bima. Fenomena itu dapat terjadi secara berulang selama sepekan mendatang.
Selain hujan, lanjutnya, potensi gelombang tinggi juga terpantau di beberapa perairan NTB. Selat Lombok bagian selatan dan Samudera Hindia Selatan NTB diperkirakan mengalami gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter pada 5–6 November 2025.
Baca juga: Tim SAR gabungan lanjutkan pencarian korban hilang di Lombok Barat
Satria mengimbau agar aktivitas pelayaran dan nelayan memperhatikan kondisi perairan sebelum berangkat.
"Kami mengimbau agar masyarakat pesisir lebih waspada terhadap potensi banjir rob akibat kombinasi pasang air laut dan curah hujan tinggi," katanya.
