Bima (ANTARA) - Tiga sekolah di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar (KBM) setelah dipenuhi lumpur akibat banjir yang melanda wilayah tersebut pada Rabu (5/11).
Sekretaris Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima, Faturrahman, mengatakan tiga sekolah yang terdampak yakni SDN Monggo, TK Negeri Pembina Monggo, dan MIS Yasin Monggo. Ketiga satuan pendidikan itu tidak dapat beraktivitas karena seluruh ruang belajar tertutup lumpur dan sedimen tebal pascabanjir.
"Sekolah-sekolah tersebut tidak melakukan KBM karena fokus melakukan pembersihan secara gotong royong," ujarnya kepada ANTARA di Bima, Kamis (6/11).
Ia menambahkan, sejauh ini tidak ada laporan kerusakan berat pada bangunan sekolah, namun seluruh area sekolah dipenuhi lumpur sehingga perlu pembersihan menyeluruh sebelum aktivitas belajar dapat dimulai kembali.
Baca juga: Ratusan rumah dan ribuan jiwa terdampak banjir di Bima
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Nurul Huda, menyampaikan bahwa pemerintah daerah melalui BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta aparat kecamatan bergerak cepat melakukan penanganan darurat dan pembersihan di lokasi terdampak.
"Tim gabungan juga membantu pembersihan di sekolah dan fasilitas umum lainnya agar bisa segera difungsikan kembali," katanya.
Selain itu, petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bima turut melakukan pemeriksaan terhadap warga terdampak untuk mencegah potensi penyakit pascabanjir, seperti infeksi kulit dan diare.
Baca juga: Bangun ulang Wera-Ambalawi, Jalan kecil menuju ketahanan besar
BPBD Kabupaten Bima mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan banjir susulan, mengingat curah hujan di wilayah Nusa Tenggara Barat diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Bima, banjir dengan ketinggian air antara 30 hingga 125 sentimeter tersebut berdampak terhadap 1.122 rumah atau 3.584 jiwa di dua desa, yakni Monggo dan Ncandi. Banjir juga menyebabkan satu unit rumah roboh, merendam kantor Desa Ncandi, Puskesmas Pembantu (Pustu Monggo), Musholla Al Ikhlas, serta sekitar satu hektare lahan jagung milik warga.
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Membangun ulang harapan di Tanah Wera-Ambalawi
