Pariwisata jadi kunci Jakarta tembus 50 besar peringkat Kota Global

id Gak Konek, serial web Gak Konek, Suharini Eliawati, Marthino Lio, peringkat kota global

Pariwisata jadi kunci Jakarta tembus 50 besar peringkat Kota Global

Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Suharini Eliawati (ketiga kiri atas) menunjukkan target posisi lima puluh besar Kota Jakarta dalam peringkat kota global (Global City Rank) saat gala perdana serial web "Gak Konek" di Jakarta, Jumat (7/11/2025). ANTARA/Abdu Faisal

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serius menjadikan pengembangan pariwisata dan budaya sebagai strategi kunci untuk mencapai target 50 besar Kota Global pada 2029.

Strategi ini ditunjukkan melalui dukungan penuh terhadap produksi karya kreatif, seperti web series "Gak Konek". Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Suharini Eliawati saat gala perdana serial web "Gak Konek" di Jakarta, Jumat malam, menyebut proyek seni adalah langkah efektif menaikkan peringkat kota.

Jakarta baru saja mencatat kemajuan signifikan di Global City Ranking, melonjak 3 skala dari 74 ke 71.

"Kalau dengan sentuhan teman-teman yang memang artistik, ini bisa lebih tinggi lagi," kata dia.

Peringkat 50 besar pada 2029, katanya, merupakan target yang dicanangkan oleh Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno. Untuk mencapainya, DKI sudah menjalani trek yang kompak dengan fokus pada pengembangan budaya dan pariwisata, yang merupakan instrumen penting dalam rencana kota.

"Ke depan perlu banyak lagi tempat ikonikyang kita gali," ujar dia.

Ia mencontohkan Pasar Bunga Rawabelong, pasar bunga terbesar di Asia Tenggara.

"Potensinya harus dikemas menarik melalui sentuhan artistik," katanya.

Baca juga: Mewujudkan ekonomi berkeadilan tanpa tambang

Ia menekankan bahwa pasar itu belum banyak dieksplorasi. Suharini menutup dengan ajakan partisipasi semua pihak.

"Bagi kita, kritik saran itu sangat penting. Kritik adalah vitamin," katanya.

Sejumlah tempat ikonik Jakarta, mulai dari pesona bahari Kepulauan Seribu, keramaian Ancol, wisata sejarah dan keunikan Kota Tua, hingga hidupnya kawasan perkotaan seperti Monas dan Blok M menjadi wajah ikonik dari serial digital "Gak Konek" yang disutradarai oleh aktor Marthino Lio.

Adapun web series dijadwalkan tayang di dua platform, RCTI+ pada 10 November dan Catchplay+ pada 20 November 2025.

Baca juga: Kasus korupsi Lombok-Sumbawa Motocross 2023 berpotensi selesai di APIP

Produser Eksekutif Andhika Permata mengatakan produksi "Gak Konek" merupakan kelanjutan dari komitmen pihaknya dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta dalam mendorong minat wisatawan domestik untuk mengunjungi destinasi lokal Jakarta.

Disparekraf Provinsi DKI Jakarta telah memproduksi dua karya, yaitu web series Tiba-Tiba Ngeguide (2022) dan Amnesia Romansa (2024).


Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.