Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menandatangani pakta integritas bersama kepala desa, camat, dan kepala puskesmas guna memperkuat komitmen bersama demi percepatan penurunan stunting.
"Hal ini bentuk komitmen dan kolaborasi bersama dalam upaya menurunkan angka stunting di Lombok Tengah," kata Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah saat rapat koordinasi tim percepatan penurunan stunting di Lombok Tengah, Senin.
Ia mengatakan penurunan stunting bukan hanya tugas pemerintah kabupaten, melainkan juga tanggung jawab desa yang diharapkan tetap intens melaksanakan berbagai program untuk mencapai target stunting 14 persen sesuai rencana pemerintah pusat.
"Semoga kolaborasi ini dapat mempercepat penurunan stunting di Lombok Tengah," katanya.
Ia mengatakan angka stunting di Lombok Tengah hingga November mengalami penurunan dari 10,98 persen menjadi 9,28 persen.
Baca juga: Cegah stunting, Warga Lombok Tengah diedukasi gemar makan ikan
Program yang dilaksanakan telah menunjukkan hasil signifikan, namun penurunan stunting hingga nol harus tetap dilaksanakan untuk mewujudkan Indonesia emas 2045.
"Hasil ini merupakan kolaborasi semua pihak, termasuk pemerintah desa dan masyarakat," katanya.
Ia mengatakan kendala yang dihadapi dalam penurunan stunting adalah pola asuh dan masih terjadi kasus pernikahan anak.
Oleh karena itu, diharapkan semua pihak bisa memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya pernikahan anak.
"Pencegahan pernikahan anak dan penambahan gizi tetap menjadi prioritas dalam penurunan stunting," katanya.
Baca juga: Wabup sebut Stunting di Lombok Tengah di angka satu digit
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Lombok Tengah Kusriadi mengatakan kegiatan ini merupakan program tematik dalam penurunan stunting dengan tujuan untuk penguatan kolaborasi dengan semua pihak baik pemerintah desa, kecamatan maupun lembaga lainnya.
"Rakor ini menjadi ajang evaluasi dalam upaya penurunan stunting di Lombok Tengah," katanya.
Ia mengatakan untuk mempercepat penurunan stunting dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara semua pihak, sehingga target penurunan stunting yang telah ditetapkan bisa tercapai.
"Target stunting yang ditetapkan pemerintah pusat itu di angka 14 persen," katanya.
Baca juga: Lombok Tengah perkuat kolaborasi percepatan penurunan stunting
Baca juga: Stunting di Lombok Tengah 2025 turun, Bupati: Wujudkan generasi emas 2045
Baca juga: Lombok Tengah targetkan stunting di bawah 10 persen pada 2024
