WIKA telah menyampaikan kajian merger BUMN Karya ke Danantara

id Wijaya Karya ,PT Wijaya Karya Tbk,WIKA,BUMN Karya,BUMN,Konstruksi,Infrastruktur,Merger BUMN Karya,Merger Wijaya Karya,Me

WIKA telah menyampaikan kajian merger BUMN Karya ke Danantara

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menggelar Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dan Rapat Umum Pemegang Sukuk (RUPSU) pada 21 dan 22 Oktober 2025. ANTARA

Kabupaten Bogor (ANTARA) - Senior Manager of Corporate Relations PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) William Lie mengatakan perseroan telah mengajukan hasil kajian terkait rencana proses merger perusahaan-perusahaan BUMN Karya kepada Danantara Indonesia.

Seusai mengajukan hasil kajian tersebut, pihaknya akan menunggu arahan lebih lanjut dari Danantara Indonesia terkait skema merger seperti apa yang akan dilakukan.

“Hampir setiap minggu kami rapat bersama. Kami juga sudah mengumpulkan data-data yang memang diminta untuk proses integrasi ini, dilakukan kajian juga oleh konsultan independen, dan memang untuk saat ini kita juga masih menunggu. Jadi semua kajian sudah disampaikan, kita hanya menunggu arahan saja,” ujar William di sela-sela Site Visit Proyek Jembatan Kaca Bendungan Sukamahi, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Terkait waktu merger, ia menyebut bahwa proses tersebut merupakan sepenuhnya kewenangan dari Danantara Indonesia. Namun, Ia memastikan bahwa hasil kajian salah satunya telah memetakan perusahaan-perusahaan BUMN Karya sesuai dengan fungsinya masing-masing.

“Kalau untuk kapan, mungkin lebih pas Danantara yang jawab. Kalau untuk saat ini kurang lebih plus minus dari masing-masing BUMN Karya ini sudah terpetakan. Dan dari Danantara tinggal menentukan skema, kurang lebih gitu,” ujar William.

Pihaknya menilai proses merger perusahaan-perusahaan BUMN Karya akan berdampak positif bagi WIKA. “Kami melihatnya justru sisi ini akan cukup positif,” ujar William.

Sebelumnya, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) selaku anak usaha WIKA memproyeksikan proses merger perusahaan-perusahaan BUMN Karya akan selesai pada akhir 2026, sehingga WEGE masih menunggu arahan dari WIKA juga.

Baca juga: Menteri BUMN Erick sebut merger Garuda Indonesia-Pelita masuk peta

“Dari WIKA-nya memang saat ini sudah ada tim untuk merger. Tapi untuk kapan dan waktunya kami belum dapat update, tapi memang untuk range waktunya mungkin sampai akhir 2026 gitu,” ujar Corporate Secretary WEGE Purba Yudha Tama.

Sementara itu, Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) menyatakan terus mengkaji proses merger BUMN karya, dengan target penyelesaian pada Desember 2025.

Baca juga: Erick Thohir menunggu regulasi untuk merger atau tutup BUMN tidak jelas

Ia menyampaikan, pihaknya bekerja sama dengan tim dari Danantara Indonesia untuk memastikan proses penggabungan tersebut berjalan dengan baik.

"Sedang kami kaji bagaimana merger kelompok BUMN karya, tapi mudah-mudahan Desember ini selesai," kata Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma'ruf.

Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.