Polda NTB tangkap dua begal dengan korban wisatawan asal Hungaria

id polda ntb, penangkapan begal, begal wisatawan,wisata aman,ntb aman

Polda NTB tangkap dua begal dengan korban wisatawan asal Hungaria

Petugas mendampingi salah seorang begal berinisial SU (tengah) berjalan untuk hadir dalam konferensi pers pengungkapan kasus di Polda NTB, Mataram, Sabtu (6/12/2025). ANTARA/HO-Ditreskrimum Polda NTB.

Mataram (ANTARA) - Jajaran Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat menangkap dua begal yang beraksi pada siang hari di wilayah Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, dengan korban seorang perempuan wisatawan mancanegara asal Hungaria.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB Kombes Pol. Syarif Hidayat di Mataram, Sabtu, menyampaikan bahwa pengungkapan kasus begal yang masuk dalam kategori pencurian dengan kekerasan ini merupakan tindak lanjut laporan masyarakat pada 30 November 2025.

"Dari tindak lanjut laporan, dua pelaku berhasil kami tangkap dan selanjutnya akan diproses lebih lanjut sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku," katanya.

Dua begal yang ditangkap berinisial SU alias Pandi (23) dan WPY yang masih berstatus pelajar di bawah umur. Keduanya merupakan warga Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

"Salah seorang pelaku inisial SU merupakan residivis," ucapnya.

Baca juga: Penjual es krim di Lombok Timur dibegal saat pulang dagang

Dalam penanganan kasus ini turut diamankan barang bukti dua unit kendaraan roda dua. Satu kendaraan yang dikendarai korban dan dirampas kedua pelaku. Satu lagi kendaraan yang digunakan kedua pelaku dalam beraksi.

"Ada juga pisau panjangnya tiga puluh sentimeter, dan tas selempang korban yang berisi power bank dan kartu tap cash," ujar dia.

Syarif menerangkan penanganan kasus begal kini berada di bawah Tim Penyidik Subdirektorat III Reskrimum Polda NTB. Penyidikan mengarah pada dugaan pelanggaran Pasal 365 ayat (1) dan ayat (2) ke-2 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan atau ancaman kekerasan.

Dari penanganan terungkap modus kedua pelaku dalam aksi pada Jumat siang (28/11) tersebut. Keduanya melancarkan aksi di jalan raya Mbungkao Menurik, Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru.

Baca juga: Kasus begal payudara di Lombok Timur viral di medsos

Korban ketika itu seorang diri sedang berkendara menuju kawasan wisata Pantai Pink yang terletak di Kecamatan Jerowaru.

Dalam perjalanan menuju kawasan wisata di ujung Tenggara Pulau Lombok itu, kendaraan korban seketika dipepet oleh kedua pelaku.

"Kemudian salah seorang dari pelaku menodongkan pisau hingga membuat korban ketakutan dan merasa terancam," kata Syarif.

Atas adanya ancaman tersebut, korban langsung menghentikan kendaraan dan menyerahkannya kepada kedua pelaku, termasuk barang bawaan.

Syarif menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari komitmen dalam menjaga situasi tetap aman dan nyaman, termasuk bagi kalangan wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata.

"Apa yang kami sampaikan saat ini merupakan bagian dari konsistensi Polda NTB dalam melakukan penindakan terhadap tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Polda NTB," ujarnya.

Baca juga: Pelaku begal payudara di Lombok Utara jadi tersangka
Baca juga: Babinsa gagalkan aksi begal sepeda motor di Berembang Lombok Tengah

Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.