Penyaluran pupuk subsidi di Lombok Tengah dipastikan tepat sasaran

id Pupuk bersubsidi ,Lombok Tengah ,NTB

Penyaluran pupuk subsidi di Lombok Tengah dipastikan tepat sasaran

Asisten II Setda Lombok Tengah, Provinsi NTB H Lendek Jayadi di Lombok Tengah, Kamis (11/12/2025). ANTARA/Akhyar Rosidi.

Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meningkatkan pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi pada musim tanam pertama di musim hujan 2025-2026 guna memastikan penyaluran tepat sasaran kepada yang berhak.

"Kami melakukan rapat koordinasi untuk meningkatkan pengawasan dalam penyaluran pupuk bersubsidi untuk memastikan tepat sasaran," kata Asisten II Setda Kabupaten Lombok Tengah H Lendek Jayadi di Lombok Tengah, Kamis.

Ia mengatakan penyaluran pupuk bersubsidi di Lombok Tengah hingga November 2025 itu mencapai 88 persen atau tinggal 12,09 persen yang belum disalurkan dari total kuota pupuk bersubsidi yang dialokasikan pemerintah.

"Yang belum disalurkan itu sekitar 2.996 ton atau 12,09 persen baik untuk pupuk Urea maupun NPK," katanya.

Baca juga: Harga pupuk bersubsidi di Lombok Tengah turun

Ia menekankan kepada para petugas maupun OPD terkait untuk melakukan penyaluran pupuk bersubsidi tersebut sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dan para kelompok tani diharapkan melakukan penebusan.

"Pupuk bersubsidi ini harus bisa disalurkan semua, untuk 54 ribu hektare lahan yang telah ditanami padi pada musim hujan tahun ini," katanya.

Ia mengatakan penyaluran pupuk bersubsidi tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian di Lombok Tengah.

"Target Desember 2025 penyaluran pupuk bersubsidi itu harus rampung," katanya.

Baca juga: Stok pupuk di Lombok Tengah aman untuk musim tanam akhir 2025

Sementara itu, Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah Zaenal Arifin mengatakan sebelumnya dinas sudah membuat surat keputusan (SK) kepala dinas kaitan dengan pupuk.

Hak itu dilakukan, karena saat ini aturan untuk penyaluran pupuk ini semakin dipangkas, kalau sebelumnya alokasi pupuk itu harus tandatangan bupati tapi sekarang sudah diperpendek lagi yakni cukup dengan tandatangan kepala dinas.

“Alokasi pupuk untuk tahun 2025 untuk Urea 24.506 ton, NPK sebanyak 22.082 ton dan ada pupuk organik 2545 ton dengan luas tanam mencapai 96 ribu hektare per tahun," katanya.

Sementara untuk jumlah E-Rencana Definitip Kebutuhan Kelompok (R-RDKK) untuk urea 28.397 ton, NPK 36.278 ton dan organik 8.493 ton.

Baca juga: Polisi cek ketersediaan pupuk bersubsidi di Lombok Tengah

Sehingga kalau dibandingkan antara alokasi dengan E-RDKK atau kebutuhan tahun 2025 untuk urea saat ini sudah terpenuhi 86,30 persen dan NPK 60,78 persen.

"Sementara jika dibandingkan dengan tahun 2024 untuk Urea ada 96,86 persen dan NPK ada 66,99 persen. Ini ada penurunan kalau dibandingkan dengan tahun 2024,” ungkapnya.

Hanya saja jika mengacu pada alokasi pertama di 2024 hanya 13.000 ton untuk urea, sementara di 2025 ada 24.506. Sehingga pihaknya meminta kepada petani untuk menebus pupuk sesuai dengan E-RDKK.

“Kalau kurang maka kita minta lagi seperti tahun 2024 kita dua kali mendapat tambahan alokasi pupuk, di bulan April-Mei 10.000 ton, kemudian di Oktober tambahan alokasi pupuk sebanyak 4.000 ton," katanya.

Baca juga: Biar tepat sasaran, Penyaluran pupuk di Lombok Timur diawasi aparat keamanan
Baca juga: Lombok Tengah dapat tambahan pupuk bersubsidi

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.