Mataram (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mendapatkan kuota program rehabilitasi sekolah dari pemerintah pusat dengan sasaran 50 sekolah untuk tingkat TK, SD, dan SMP negeri/swasta, agar bisa lebih representatif mendukung kegiatan belajar mengajar bagi siswa.

Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf di Mataram, Selasa, mengatakan kuota program rehabilitasi sekolah tahun 2026 meningkat dibandingkan tahun 2025.

"Kalau 2025 kami mendapatkan kuota rehabilitasi 26 unit sekolah. Tahun 2026 bertambah menjadi 50 sekolah," katanya.

Baca juga: Belasan sekolah di Mataram direhabilitasi

Untuk pekerjaan rehabilitasi 26 unit sekolah tahun 2025 sudah rampung 100 persen, antara lain empat sekolah utama yang menjadi fokus perbaikan tahun 2025 yakni SDN 31 Mataram, SDN 17 Mataram, SDN 44 Cakranegara, dan SDN 15 Mataram.

"Meski sempat terjadi keterlambatan pengerjaan di beberapa titik, namun sanksi denda telah diberlakukan dan Alhamdulillah kini sudah rampung," katanya.

Sementara terkait dengan program rehabilitasi 50 sekolah di Kota Mataram, kata dia, masing-masing sekolah baik jenjang TK, SD, dan SMP akan mendapatkan intervensi perbaikan dari pemerintah pusat

Dana perbaikan itu bersumber dari dana pemerintah pusat melalui mekanisme Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dikelola secara swakelola oleh pihak sekolah.

Adapun rincian estimasi sekolah yang akan direhabilitasi meliputi untuk tingkat SD sekitar 30 sekolah dan menjadi jumlah terbanyak, SMP sekitar 15-20 sekolah, dan TK sekitar 5 sekolah dari usulan awal 20 sekolah, namun yang memenuhi syarat hanya lima TK.

Baca juga: Puluhan sekolah di Mataram dapat bantuan rehabilitasi dari DAK

Ia mengatakan mekanisme mendapatkan program bantuan perbaikan sekolah itu dilakukan melalui usulan rehabilitasi dan yang menentukan tingkat kerusakan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) enggunakan sistem yang sudah ditetapkan kementerian.

Selanjutnya, pihak kementerian akan melakukan validasi dan evaluasi sebelum menentukan sekolah mana yang dinilai layak dapat bantuan tersebut.

"Untuk besaran anggaran yang didapatkan tergantung dari kondisi kerusakan sekolah. Nilainya mulai dari Rp165 juta hingga Rp1 miliar lebih," katanya.

Dengan dilaksanakan perbaikan gedung sekolah di Kota Mataram, lanjut Yusuf, diharapkan fasilitas pendidikan di Kota Mataram, baik sekolah negeri maupun swasta, dapat lebih representatif guna mendukung kegiatan belajar mengajar yang lebih nyaman dan aman.

Baca juga: DPRD Mataram minta maaf atas OTT anggotanya
 



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026