Sumbawa (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare untuk mendukung pembangunan Sekolah Garuda yang merupakan program Presiden Prabowo Subianto.
Bupati Sumbawa Ir H Syarafuddin Jarot di Sumbawa, Kamis mengatakan sebagai bentuk kesiapan konkret, pemerintah daerah telah menyiapkan dua alternatif lokasi strategis di antaranya opsi pertama adalah lahan milik Pemkab seluas 20 hektare yang berlokasi di Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwes.
"Lokasinya bersebelahan dengan markas Batalyon Infanteri," katanya.
Kemudian opsi kedua berada di kawasan Samota dengan luas lahan 20 hektare bersebelahan dengan lokasi Sirkuit MXGP, Sport Center dan rencana lokasi pembangunan Batalyon Marinir.
"Lahan itu disiapkan sebagai bentuk keseriusan dan kesiapan untuk menjadi lokasi pembangunan SMA Unggul Garuda yang merupakan program strategis nasional di bidang pendidikan," katanya.
Baca juga: Wakil Mendiktisaintek cek lokasi Sekolah Garuda di Lotim
Ia mengatakan kesiapan Kabupaten Sumbawa tidak hanya sebatas penyediaan lahan, tetapi juga mencakup potensi kawasan sekitar, dukungan infrastruktur dasar, kesiapan regulasi daerah, dukungan sosial masyarakat.
"Serta komitmen kebijakan jangka panjang agar pembangunan dan pengelolaan SMA unggul Garuda dapat berjalan optimal dan berkelanjutan," katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia Prof Stella Christie mengatakan pembangunan SMA Garuda merupakan visi langsung Presiden Republik Indonesia yang telah digagas sejak Februari 2024 dan diajukan secara resmi pada Mei 2024.
"Program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan menengah berkualitas tinggi bagi putra-putri terbaik bangsa dari seluruh Indonesia, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi," katanya.
Baca juga: Lombok Timur siapkan 42 hektare untuk Sekolah Garuda
Ia mengatakan anggaran pembangunan satu unit SMA Unggul Garuda diperkirakan berada pada kisaran Rp213 miliar hingga Rp250 miliar. Sekolah ini akan menerapkan kurikulum nasional yang diperkaya dengan standar internasional, dilengkapi sistem asrama serta memberikan beasiswa penuh kepada seluruh peserta didik.
"Pembangunan sekolah di daerah dinilai penting agar peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar dan memberi dampak sosial-ekonomi yang positif," katanya.
Pemerintah pusat juga telah menyiapkan dukungan lanjutan berupa anggaran untuk melanjutkan pendidikan lulusan SMA Unggul Garuda ke universitas-universitas terbaik dunia.
"Jejaring dengan berbagai perguruan tinggi top global telah dibangun untuk memastikan lulusan memiliki daya saing internasional sekaligus komitmen kuat dalam membangun Indonesia," katanya.
Selain pembangunan sekolah baru, pemerintah turut mengembangkan program Sekolah Garuda Transformasi, yakni penguatan sekolah-sekolah berprestasi yang telah ada, agar mampu bersaing masuk universitas kelas dunia.
"Secara nasional, ditargetkan pembangunan 20 SMA Unggul Garuda dengan 4 sekolah di antaranya telah memasuki tahap pembangunan, dan 80 Sekolah Garuda Transformasi," katanya.
Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, Prof Stella bersama Bupati Sumbawa dan jajaran meninjau langsung kawasan Samota yang menjadi salah satu alternatif utama lokasi pembangunan.
Baca juga: Sekolah Garuda investasi SDM jangka panjang di Lombok Timur