Dompu (ANTARA) - Tak ingin tertinggal dalam pemanfaatan potensi wisata hiu paus di Teluk Saleh, Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyiapkan satu unit kapal wisata serta mengusulkan pembangunan dermaga guna mendukung pengembangan kawasan dan pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.
"Sejak 30 Desember lalu, satu unit kapal wisata sudah tersedia dan saat ini berada di Dermaga Desa Soro, Kecamatan Kempo," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Dompu, Amiruddin kepada ANTARA, Jumat.
Ia menjelaskan, kapal tersebut merupakan dukungan pemerintah daerah melalui Dana Alokasi Umum (DAU) untuk pengembangan wisata hiu paus. Saat ini, DKP Dompu masih melakukan kajian potensi, pengurusan perizinan, serta uji kelayakan sebelum kapal dioperasikan secara penuh.
"Kami juga sedang menyiapkan skema pengelolaan. Kapasitas penumpang dan spesifikasi kapal akan disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan pengelola di lapangan," ujarnya.
Baca juga: Temuan bayi hiu paus bukti ekosistem laut masih subur di Teluk Saleh
Menurut Amiruddin, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi mendorong pemerataan manfaat ekonomi kelautan, khususnya bagi masyarakat di Desa Soro, Kecamatan Kempo dan kawasan Mata Air Hodo yang secara geografis paling dekat dengan lokasi agregasi hiu paus.
Selain pengadaan kapal, Pemkab Dompu juga mengusulkan pembangunan dermaga baru sebagai penguatan infrastruktur pendukung wisata hiu paus di Teluk Saleh. Usulan tersebut diajukan ke pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi NTB.
Ia menegaskan, rencana pembangunan dermaga merupakan bagian dari agenda pengembangan kawasan yang juga mendapat dukungan pemerintah provinsi.
"Gubernur NTB secara khusus telah mengajukan pengembangan Teluk Saleh, karena selama ini manfaat ekonomi dari aktivitas serupa lebih banyak dinikmati daerah lain. Dompu didorong untuk mengambil peran yang lebih aktif," katanya.
Baca juga: Ilmuwan: Temuan bayi hiu paus di Teluk Saleh menandai kemajuan dunia riset
Untuk mendukung pengelolaan berkelanjutan, DKP Dompu juga menganggarkan satu operator yang bertugas melakukan pengawasan dan pendampingan di lapangan, terutama terkait kepatuhan terhadap aturan interaksi wisata serta perlindungan hiu paus yang berstatus satwa dilindungi.
Di sisi lain, pemerintah daerah mulai menjajaki kerja sama dengan pihak yang memiliki pengalaman dan kapasitas dalam pengelolaan wisata bahari, salah satunya dengan Yayasan Konservasi Indonesia (YKI) untuk pengembangan ekowisata satwa karismatik laut di Teluk Saleh.
"Pendekatan kami adalah mengajak dan menggandeng, bukan memaksakan. Kerja sama ini penting agar pengelolaan kawasan berjalan profesional, berkelanjutan, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujar Amiruddin.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah daerah memfokuskan kegiatan pada sosialisasi dan pembinaan masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku usaha di sekitar Teluk Saleh, agar memahami rencana, mekanisme, dan arah pengembangan wisata hiu paus.
"Kolaborasi ini dapat mendorong pengembangan ekonomi lokal, termasuk membuka peluang usaha baru melalui alih peran nelayan menjadi operator kapal wisata, pemandu, serta penyedia jasa pendukung lainnya," bebernya.
Baca juga: Ilmuwan konfirmasi temuan bayi hiu paus di Teluk Saleh Pulau Sumbawa
Selain aspek ekonomi, pengembangan wisata hiu paus juga diarahkan sebagai sarana edukasi dan peningkatan kesadaran konservasi, termasuk rencana pengembangan pusat edukasi hiu paus di kawasan Teluk Saleh.
Hiu paus merupakan satwa karismatik laut yang dilindungi di Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2013. Spesies ini memiliki pergerakan jarak jauh dan tersebar di hampir seluruh perairan Indonesia, namun hanya di beberapa lokasi yang tercatat memiliki agregasi dalam jumlah besar, salah satunya di Teluk Saleh yang berada di antara Kabupaten Sumbawa dan Dompu.
Baca juga: Dinas Kelautan dan Perikanan NTB survei zona inti konservasi perlindungan hiu paus
Baca juga: Pembangunan kawasan Samota Sumbawa tak berdampak bagi hiu paus
Baca juga: NTB dorong perlindungan spesies kunci di Teluk Saleh Sumbawa