Selandia Baru bantu memajukan pertanian Lombok Utara

id Lombok Utara,Hortikultura Expo

Project Leader IFSCA, Selandia Baru, Prof Christoper Anderson (kiri), Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar (tengah), dan Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof H Lalu Husni, memukul alat kesenian gendang belek dalam pembukaan Hortikultura Expo 2019. (Dok Humaspro KLU)

Mataram (ANTARA) - Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar menyatakan bahwa para pakar dari Massey University, Selandia Baru, yang telah membantu memajukan pertanian di daerahnya melalui program Innovative Farming Systems and Capability for Agribusiness Activity (IFSCA).

"Massey University telah mengajarkan untuk memahami bahwa ada potensi yang mesti terkoneksi satu sama lain, yaitu pariwisata dan pertanian," kata Najmul, melalui keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Kamis.

Ungkapan terima kasih tersebut disampaikan Najmul ketika memberikan sambutan dalam pembukaan Hortikultura Expo 2019, yang diselenggarakan di lapangan Supersemar Tanjung.

Hadir dalam acara tersebut Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof H Lalu Husni, dan beberapa perwakilan dari Massey University, Selandia Baru.
 
Pameran hortikultura yang digelar oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Lombok Utara tersebut bertujuan untuk menyajikan ragam komoditas yang telah dan mulai diproduksi oleh petani.

"Alhamdulillah, kita menjadi lebih sadar bahwa sesungguhnya pertanian Kabupaten Lombok Utara. Apabila kita arahkan untuk memenuhi sektor pariwisata, maka sektor pertanian kita sudah menemukan pasar yang besar untuk menghidupi pasar pariwisata Lombok Utara," ujar Najmul.

Sementara itu, Project Leader IFSCA, Selandia Baru, Prof Christoper Anderson, mengaku merasa terhormat bisa membantu pemulihan gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara, melalui program di bidang pengembangan teknologi pertanian. Upaya tersebut juga dilakukan bekerja sama dengan Universitas Mataram.

Menurut dia, rerata seluruh dunia terjadi peningkatan kebutuhan sayur dan buah segar yang berkualitas tinggi. Oleh sebab itu, pameran hortikultura tersebut menunjukkan bahwa buah dan sayur yang dihasilkan petani Kabupaten Lombok Utara merupakan deretan terbaik.

"Kami berharap kerja sama di bidang pengembangan hortikultura segar selalu berhasil. Massey University menunggu keberhasilan pada masa yang akan datang," katanya.

Project Leader IFSCA NTB, Prof Taufik Fauzi, menjelaskan program IFSCA bertujuan untuk mengembangkan kemampuan petani agar bisa maju dan berkembang.

Kerja sama Massey University dan Universitas Mataram, kata dia, tidak hanya mengembangkan produksi, tetapi juga sampai ke pemasaran hasil pertanian.

Ia menyebutkan, proyek tersebut telah membina 576 petani dengan peningkatan pendapatan 60 persen. Hal itu merupakan capaian yang luar biasa terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Setelah terjadinya musibah gempa bumi di Lombok Utara, petani awalnya susah untuk bergerak. Sementara ini setelah gempa, kami baru bangkit lagi bersama petani," ujar Taufik.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar