Jakarta (ANTARA) - Tim nasional balap sepeda Indonesia mulai mematangkan peta jalan pembinaan jangka panjang yang tidak hanya berorientasi pada Asian Games 2026 Aichi–Nagoya, tetapi juga mengarah ke jalur kualifikasi Olimpiade 2028 Los Angeles.

Pelatih tim nasional sepeda Indonesia Dadang Haries Poernomo menegaskan setiap keikutsertaan Merah Putih di kejuaraan internasional kini harus ditempatkan dalam satu kerangka besar yang saling terhubung, mulai dari level Asia hingga dunia.

“Persiapan tidak bisa berdiri sendiri. Setiap tahun kami harus menghitung jalur poin, bukan hanya untuk Asian Games, tetapi juga World Championship dan kualifikasi Olimpiade. Semua saling terhubung dan tidak bisa dilewati begitu saja,” ujar Dadang kepada ANTARA via telepon, Kamis.

Menurut Dadang, kalender kompetisi balap sepeda internasional telah diatur secara sistematis oleh Union Cycliste Internationale (UCI), sehingga atlet tidak bisa langsung melompat ke ajang besar tanpa melalui tahapan perolehan poin yang jelas.

Pada musim ini, tim nasional mengikuti sejumlah agenda penting, termasuk beberapa seri World Cup, Kejuaraan Asia, hingga Kejuaraan Dunia.

“Untuk menuju Olimpiade, tidak cukup hanya bicara Asian Games. Ada World Cup, lalu World Championship, dan semuanya mensyaratkan pencapaian poin tertentu. Tidak bisa tiba-tiba kita ikut World Cup atau World Championship tanpa poin,” kata Dadang.

Ia menjelaskan fokus utama tim pada tahun ini memang Asian Games 2026 dengan target prestasi, namun setiap kejuaraan yang diikuti juga diarahkan untuk menambah pundi-pundi poin menuju Olimpiade.

Baca juga: Angkat berat menjadikan APG 2025 sasaran antara Asian Para Games

“Asian Games itu target medali, iya. Tapi di saat yang sama, poin dari kejuaraan-kejuaraan internasional tetap harus dikejar karena itu menjadi fondasi menuju Olimpiade. Apalagi mulai 2027, pembicaraan kita sudah sangat dekat dengan Olimpiade,” ujarnya.

Dadang menambahkan, hal tersebut menuntut perencanaan matang, mulai dari pemilihan event, manajemen kondisi atlet, hingga evaluasi hasil setiap seri kompetisi agar jalur poin tetap berada di lintasan yang tepat.

Dalam waktu dekat, tim sepeda Indonesia akan mengikuti Kejuaraan Asia Jalan Raya atau Asian Road Cycling Championship 2026 yang berlangsung di Al-Qassim, Arab Saudi, pada 5–13 Februari.

Baca juga: Siti Aisyah meraih emas pertama Indonesia di Asian Youth Para Games

Skuad Merah Putih menurunkan 16 pesepeda, terdiri atas 10 atlet putra dan enam atlet putri. Di sektor putra, Indonesia diperkuat Aiman Cahyadi, Muhammad Syelhan, Astnan Maulana, Dimas Nur Fadhil, Muhammad Abdurrohman, Muhammad Andy Royan, Raihan Maulidan, Muhammad Hafizh, Radita Etto Wibowo, dan Vinsya Aditya Putra Ramadhana.

Sementara sektor putri diisi Ayustina Delia Priatna, Nihayatuzzain Asshofi, Sayu Bella Sukma Dewi, Shafa Al Zahra, Ida Ayu Manik, dan Syahla Syafiah.

Sebelumnya, sejumlah pesepeda terbaik Indonesia juga tampil di berbagai ajang internasional. Tim Indonesia merebut total enam medali emas, tiga perak, dan dua perunggu pada Track Asia Cup I 2026 di India, 29–31 Januari. Selain itu, para pesepeda Indonesia juga turun pada ASEAN Track Series 1 dan 2 di Malaysia pada awal Januari 2026, serta ajang Thailand Mountain Bike Cup 2026 di Thailand.

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026