Danrem 162/WB mengerahkan 4.399 personel pengamanan Pemilu di NTB

id pengamanan pemilu

Danrem 162/WB Kol Czi Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan keterangan persnya usai mengecek kelengkapan logistik Pemilu 2019 di Kantor Lurah Cakranegara Timur, Mataram, NTB, Senin (15/4/2019) (Foto Penrem 162/WB)

Mataram (ANTARA) - Komandan Korem 162/Wira Bhakti Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani mengerahkan 4.399 personel pengamanan menjelang hari pencoblosan Pemilu 2019 di wilayah Nusa Tenggara Barat.

"Ribuan personel yang dikerahkan ini bertugas membantu peran Polri dalam hal pengamanan. Ada yang dari internal kami, ada juga bantuan tambahan dari luar," kata Danrem Ahmad Rizal yang ditemui wartawan di Mataram, Senin (15/4) malam.

Personel dari luar wilayah tugas NTB tersebut, disebutkan berasal dari satuan Zeni TNI AD dan TNI AL dengan jumlah 1.000 personel atau setara dengan sepuluh Satuan Setingkat Kompi (SSK). Delapan SSK dari TNI AD dan dua SSK dari TNI AL.

"Jadi personel dari sini (NTB) itu 3.399 orang. Seribunya lagi dari Zeni TNI yang membantu proses percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa, mereka kita siapkan sebagai pasukan cadangan," ujarnya.

Dalam penyebarannya 10 SSK terbagi tugas berdasarkan wilayah distrik militer, untuk wilayah Kabupaten Lombok Barat ada lima SSK, kemudian dua SSK di Kabupaten Lombok Timur, dan tiga SSK lainnya tersebar di Kabupaten Lombok Tengah, Sumbawa, dan Sumbawa Barat.

"Jadi mulai besok itu semuanya akan kita liburkan, dan beralih tugas jadi pasukan cadangan. Tugasnya untuk sewaktu-waktu dibutuhkan, jadi mereka siap turun kapan saja," ucapnya.

Sedangkan untuk personel dari internal TNI di wilayah NTB, jelasnya, sudah terbagi dalam tugas membantu pengamanan Polri di setiap kelurahan dan desa.

"Jadi dalam proses pengamanannya nanti, biar bisa maksimal, di lapangan mereka akan berkolaborasi dengan Polri," katanya.

Kemudian saat disinggung terkait dengan wilayah yang terindikasi rawan terjadinya gangguan keamanan, Danrem Ahmad Rizal menyebutkan itu berada di wilayah Pulau Sumbawa.

"Kami sudah identifikasi dan atensi daerah mana saja yang rawan, seperti kalau ada pengerahan massa yang kecewa dengan hasil, itu masuk dalam pemetaan kami, seperti di Sumbawa dan Bima," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar