Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), segera membangun menara pantau untuk memperkuat mitigasi bencana serta sistem keselamatan warga di kawasan pesisir.

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana di Mataram, Jumat, mengatakan menara pantau itu digagas sebagai langkah antisipasi dan mitigasi bencana setelah belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya.

"Menara itu nantinya tidak hanya berfungsi sebagai titik pengawasan, tetapi juga sebagai sumber suara untuk menyampaikan informasi perkembangan situasi secara cepat kepada masyarakat," katanya.

Ia mengatakan menara pantau tersebut semacam pusat informasi dan sumber suara untuk mengevakuasi atau menginformasikan perkembangan situasi cuaca supaya masyarakat bisa lebih waspada.

Baca juga: Pantai Ampenan Mataram bakal punya mercusuar canggih pendeteksi bencana

Menara pantau itu, katanya, berbeda dengan mercusuar yang biasanya berfungsi sebagai alat bantu navigasi kapal di tengah laut, menara pantau yang akan dibangun ditempatkan di area pantai.

Adapun fasilitas yang akan disediakan antara lain alat pantau lengkap dengan kamera pengawas (CCTV) dan perangkat teknis lainnya untuk memantau kondisi laut secara real time atau setiap waktu.

Selain itu, kata dia, menara pantau dilengkapi dengan sistem peringatan dini yang berfungsi sebagai pengeras suara untuk memberikan instruksi darurat kepada warga di sekitar pesisir ketika terjadi perubahan cuaca serta dalam kondisi gawat darurat.

Sementara terkait dengan kebutuhan anggaran, ia belum dapat menyebutkan detail teknis pembangunan menara itu karena masih akan dibahas lebih lanjut dengan dinas terkait dan direncanakan masuk dalam APBD Perubahan 2026.

"Untuk kebutuhan anggaran, kami akan bicarakan dengan Sekretaris Daerah (Sekda) untuk disiapkan melalui APBD Perubahan 2026 sebab menara pantau itu sangat penting melihat kebutuhan di kawasan pesisir," katanya.

Kendati demikian Wali Kota Mohan memastikan pembangunan menara pantai akan menjadi program prioritas guna meningkatkan rasa aman bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pantai yang rentan bencana hidrometeorologi.



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026