Bima (ANTARA) - STKIP Taman Siswa Bima kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendidikan dengan memfasilitasi 20 dosen muda mengikuti Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) Batch 26 yang diselenggarakan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Ketua STKIP Taman Siswa Bima Assoc Prof Dr H Ibnu Khaldun Sudirman mengatakan keikutsertaan dosen dalam program PEKERTI merupakan langkah strategis institusi untuk menjaga mutu pembelajaran serta memastikan ketercapaian capaian pembelajaran lulusan.

“Ini bukan kegiatan formalitas. PEKERTI menjadi bagian dari standar mutu dosen di STKIP Taman Siswa Bima. Ke depan, sertifikat PEKERTI akan menjadi prasyarat utama bagi dosen yang mengajar di kampus kami,” ujarnya, Selasa.

Menurut dia, penguatan kompetensi pedagogik dosen merupakan bentuk tanggung jawab institusi kepada mahasiswa dan masyarakat. Dosen yang tersertifikasi dan kompeten diharapkan mampu mendukung kualitas proses pembelajaran yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Baca juga: STKIP Tamsis Bima perketat hibah, Riset Dosen wajib tembus sinta dan scopus

Program PEKERTI Batch 26 dibuka secara resmi pada 9 Februari 2026 oleh perwakilan Rektor UAD Bidang Sumber Daya Manusia Prof dr Norma Sari. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi partisipasi 18 perguruan tinggi dari berbagai daerah, termasuk STKIP Taman Siswa Bima yang tercatat sebagai institusi dengan jumlah peserta terbanyak.

Pada hari pertama pelatihan, peserta mendapatkan materi pengembangan Rencana Pembelajaran Semester berbasis Outcome Based Education. Materi tersebut menekankan integrasi capaian pembelajaran lulusan, capaian pembelajaran mata kuliah, serta sub capaian pembelajaran mata kuliah dalam perancangan pembelajaran.

Pendekatan tersebut diarahkan untuk memperkuat orientasi hasil belajar, pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi, serta penguasaan keterampilan abad ke 21.

Baca juga: Tak pernah terlambat belajar: Perempuan 73 tahun ikut seleksi S2 di STKIP Tamsis Bima

Selain itu, peserta juga dibekali materi pengembangan perguruan tinggi dan model pembelajaran inovatif yang mendorong dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai agen penggerak peningkatan mutu institusi.

Dalam dua tahun terakhir, STKIP Taman Siswa Bima mencatat sebanyak 38 dosen dan tenaga pengajar telah mengantongi sertifikat PEKERTI. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan kampus dalam membangun sumber daya manusia pendidikan yang profesional dan berdaya saing.

“Kami ingin masyarakat yakin bahwa STKIP Taman Siswa Bima dikelola secara serius, dengan dosen yang terus ditingkatkan kompetensinya,” kata Ibnu Khaldun.

Baca juga: STKIP Taman Siswa Bima tanamkan jiwa wirausaha lewat FuturePreneur 2026
 



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026