Bima (ANTARA) - Bupati Bima, Ady Mahyudi, menemui Panglima Korps Marinir (Pangkomar) TNI Angkatan Laut, Letnan Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi, di Jakarta, Rabu (18/2), guna membahas rencana penjajakan pembangunan Batalyon Marinir di Kabupaten Bima sebagai langkah strategis dalam memperkuat pertahanan wilayah pesisir, penanganan kebencanaan, serta pengembangan ekonomi maritim daerah.

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Pangkomar tersebut dilaksanakan dalam rangka silaturahmi dan koordinasi awal antara Pemerintah Kabupaten Bima dan Korps Marinir TNI AL.

Dalam kesempatan itu, Pangkomar yang didampingi sejumlah perwira tinggi Korps Marinir menyambut baik kunjungan Bupati Bima beserta rombongan sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam mendukung ketahanan wilayah pesisir dan laut.

Bupati Bima, Ady Mahyudi menyampaikan bahwa Kabupaten Bima memiliki karakteristik geografis sebagai daerah pesisir dengan garis pantai sekitar 446 kilometer, yang mencakup 13 kecamatan pesisir dan 64 desa pesisir, serta didukung potensi sumber daya hayati kelautan yang melimpah.

"Sebagai daerah dengan wilayah pesisir yang luas, kehadiran Batalyon Marinir sebagai garda terdepan pertahanan negara di wilayah pesisir dan laut memiliki arti penting bagi daerah," katanya.

Baca juga: Nelayan Bima berpeluang dapat Kampung Nelayan Merah Putih

Politisi PAN itu menjelaskan, satuan Marinir memiliki kemampuan operasional yang andal dalam menghadapi berbagai potensi ancaman di wilayah maritim.

Selain itu, keberadaan satuan tersebut juga dapat dilibatkan dalam operasi kemanusiaan, pencarian dan penyelamatan, serta penanganan bencana alam yang kerap terjadi di kawasan pesisir.

Menurut dia, rencana kehadiran Batalyon Marinir di Kabupaten Bima diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan keamanan wilayah, penguatan mitigasi bencana, serta pemberdayaan masyarakat pesisir.

Baca juga: Kabupaten Bima dan Kota Bima Raih UHC Award Madya 2026

Di samping aspek pertahanan dan kebencanaan, Pemerintah Kabupaten Bima juga menilai keberadaan satuan Marinir berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi maritim melalui penguatan sektor kelautan, perikanan, dan aktivitas ekonomi pesisir secara berkelanjutan.

Pertemuan itu diharapkan, menjadi langkah awal dalam proses penjajakan rencana strategis pembangunan Batalyon Marinir di Kabupaten Bima guna mendukung ketahanan wilayah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026