Mataram (ANTARA) - Sebanyak 392 pejabat eselon III dan eselon IV di lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat baru bisa dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Gubernur Lalu Muhamad Iqbal setelah berbulan-bukan terdampak perampigan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK).
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan meminta maaf apabila dalam prosesnya harus berlarut-larut lantaran harus diurus di pusat dan di daerah.
"Saya berusaha menetapkan hari ini untuk pelantikan sehingga mulai Senin nanti harapannya seluruh-seluruh OPD sudah mulai berfungsi 100 persen dan mulai menjalankan tugas-tugasnya khususnya yang terkait dengan layanan publik," ujarnya di Mataram, Jumat petang.
Menurutnya, setiap proses mutasi dan rotasi di dalam sebuah birokrasi adalah bagian dari yang tidak bisa di pisahkan. Hal ini pernah juga dirasakannya saat masih mengabdi sebagai abdi negara di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
"Saya juga seperti teman-teman sekalian menghabiskan 29 tahun usia saya sebagai birokrasi. Karena itu harapan saya bahwa Apa yang kita lalui pada hari ini dilalui dengan tenang dan biasa-biasa saja. Karena pada akhirnya kita akan melewati situasi ini lebih fokus pada sumpah dan janji yang sudah dilakukan," tegas Iqbal.
Baca juga: Menata ulang mesin birokrasi
Iqbal mengakui akibat perampingan organisasi ini, maka banyak jabatan eselon III dan IV yang harus terhapus. Alhasil, banyak yang semula menjabat eselon III, tidak lagi menjabat eselon III, begitu juga dengan eselon IV.
"Ini pasti akan terjadi seiring dengan perampingan. Dan perampingan ini adalah arah yang disyaratkan oleh pemerintah pusat," ujar Iqbal.
Ia menyampaikan apresiasi dan terimakasih pada ASN yang tidak dilantik baik menjadi eselon III dan IV. Kata Iqbal, bahwa terimakasih tersebut sebagai bentuk pengakuan selaku pimpinan lantaran kontribusi mereka di jabatan struktural-nya masing-masing.
"Saya mendoakan mudah-mudahan Tuhan membalas apa yang telah mereka lakukan," katanya.
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - NTB menguji mesin birokrasi
Lebih lanjut, mantan Jubir Kemenlu ini mengatakan pihaknya beberapa waktu lalu telah melaksanakan "beauty contest" untuk memetakan dan melihat secara objektif potensi-potensi ASN yang ada di lingkungan Pemprov NTB. Karena bagaimana pun sebagai orang baru "beauty contest" dipandang perlu baginya untuk melihat ASN yang di pimpin-nya. Karena dirinya tidak mengenal satu persatu ASN yang ada. Meski "beauty contest" pasti ada sisi subjektivitas dalam keputusan-keputusan yang dibuat lantaran tidak mungkin 100 persen objektif.
"Tetapi setidaknya melalui "beauty contest" kita mengurangi risiko untuk mengedepankan subjektivitas. Jadi hasil itu menjadi salah satu wujud di dalam membuat keputusan-keputusan. Saya yakin susunan komposisi pejabat yang dilantik tentu tidak bisa menyenangkan semua pihak, mungkin saya sendiri tidak puas tetapi satu hal bahwa inilah yang terbaik yang bisa kita hasilkan karena bagaimana pun jabatan eselon 3 adalah elemen terpenting di dalam jabatan birokrasi sebagai pembuat kebijakan dan pembuat keputusan," katanya.
Total pejabat eselon III dan IV yang dilantik sebanyak 392 orang. Terdiri dari 147 orang eselon III dan eselon IV sebanyak 245 orang. Kegiatan ini juga dihadiri Plh Sekda NTB Lalu Moh Faozal dan sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemprov NTB.
Baca juga: Regulasi SOTK di NTB baru berlaku tahun depan
Baca juga: Wagub NTB tanggapi soal pemberhentian 11 kepala OPD
Baca juga: Mutasi ASN dipersoalkan, Pemprov NTB pastikan sudah sesuai aturan
Baca juga: Pemprov NTB bentuk dua pansel untuk lelang 13 jabatan eselon II
Baca juga: Sebanyak 414 ASN mendaftar seleksi jabatan eselon III Pemprov NTB
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026