Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengimbau para orang tua agar lebih intensif memantau aktivitas anak-anak selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah/2026 agar tetap berada dalam koridor syiar Ramadhan yang positif.

Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang di Mataram, Kamis, mengatakan berbagai aktivitas seperti perang sarung, perang mercon atau kembang api, main panco, balap lari, dan lainnya, dinilai memiliki produktivitas negatif dan tidak mencerminkan nilai ibadah.

"Karena itu, kami berharap partisipasi orang tua dan tokoh masyarakat dapat memantau aktivitas anak-anak di sekitarnya," kata Martawang.

Sementara untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan dapat menimbulkan gangguan keamanan, Pemkot Mataram telah menginstruksikan pengoptimalan satgas terpadu di tingkat kelurahan.

Tim itu bekerja sama dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk melakukan pemantauan, identifikasi, hingga penertiban di lapangan, ketika ditemukan aktivitas masyarakat yang mengganggu selama Ramadhan.

"Tim dari Polres bahkan melakukan patroli setelah sahur hingga subuh karena ada beberapa titik yang membutuhkan pemantauan ekstra," katanya.

Baca juga: Tegas! Disdik Mataram larang siswa ikut perang sarung selama Ramadhan

Dikatakan, beberapa wilayah, seperti Udayana dan Adi Sucipto, sempat menjadi perhatian karena adanya kerumunan massa yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

Namun demikian pemkot dalam hal ini lebih mengedepankan langkah pencegahan agar warga tidak perlu berurusan dengan ranah hukum.

Selain itu, kata dia, sudah dibangun komunikasi efektif dengan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk mengambil langkah terukur jika ditemukan indikasi keterlibatan pelajar dalam aktivitas yang mengganggu ketertiban tersebut.

"Kalau terbukti ada pelajar yang ikut serta dalam aktivitas gangguan keamanan Ramadhan, kami akan sampaikan juga ke Disdik," katanya.

Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf sebelumnya mengatakan siswa yang terbukti terlibat kegiatan negatif akan ditindak tegas sesuai dengan aturan dan tata tertib yang berlaku di satuan pendidikan masing-masing.

"Kami sudah siapkan sanksi tegas bagi siswa yang kedapatan mengganggu ketertiban umum selama puasa, bahkan hingga sanksi skorsing sesuai proses tahapannya," kata Yusuf.

Baca juga: Perang sarung, Orang tua di Mataram diminta awasi anaknya
Baca juga: Orang tua di Mataram diminta bantu hentikan permainan pukul sarung
Baca juga: Polres Dompu amankan tawuran remaja bermodus perang sarung



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026