Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mendukung percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program Inovasi (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) yang merupakan program kemitraan antara Pemerintah Australia dan Indonesia.

"Keberhasilan pembangunan daerah tidak terlepas dari investasi pada pembangunan manusia," kata Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri saat acara rapat Komite Pengarah Provinsi NTB Program Inovasi Fase 3 di Lombok Tengah, Kamis.

Ia mengatakan pemerintah daerah tetap berkomitmen mendukung ekosistem pendidikan dan kesejahteraan sosial dengan peningkatan kualitas pendidikan.

“Kami telah menuntaskan jaminan kesehatan bagi 1,2 juta warga, memberikan insentif kepada ribuan marbot, serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi perangkat RT, kepala dusun, hingga kader posyandu,” katanya.

Baca juga: Safari Ramadhan, Lombok Tengah sosialisasi MBG dan stunting

Ia mengatakan peningkatan kualitas pendidikan berdampak langsung terhadap sektor kesehatan. Hal itu tercermin dari penurunan angka stunting di Lombok Tengah dari 22 persen menjadi 9 persen atau sekitar 8.000 balita kasus stunting saat ini.

Oleh karena itu, diharapkan sinergi lintas sektor diperkuat guna menyukseskan program Inovasi di seluruh wilayah NTB, sekaligus mendorong percepatan pembangunan manusia yang unggul dan berdaya saing.

"Mari tingkatkan kolaborasi dalam mendukung program inovasi untuk SDM berkualitas," katanya.

Baca juga: Lombok Tengah fokus tangani 49 ribu keluarga berisiko stunting

Sementara itu, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj Indah Dhamayanti Putri menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Program Inovasi yang telah memasuki tahun ke-10 merupakan hasil kerja sama Pemerintah Provinsi NTB dengan Kedutaan Besar Australia. Memasuki Fase 3 periode 2024–2031," katanya.

Ia mengatakan program ini difokuskan pada penguatan literasi, numerasi dasar, serta pendidikan karakter peserta didik di lima kabupaten percontohan, yakni tiga di Pulau Lombok dan dua di Pulau Sumbawa.

“Program ini tidak hanya mengejar capaian prestasi, tetapi menjadi ruang bersama untuk mengidentifikasi persoalan pendidikan di daerah sekaligus mengadopsi praktik baik antar kabupaten/kota,” katanya.

Baca juga: Stunting di Lombok Tengah turun jadi 9,86 persen, di bawah target Nasional

Ia menegaskan bahwa penguatan sektor pendidikan menjadi kunci utama dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB, sejalan dengan misi pertama RPJMD 2025–2029 yang menempatkan pembangunan karakter manusia sebagai fondasi pembangunan daerah. 

Wagub juga mengapresiasi keterlibatan sekolah di bawah naungan Kementerian Agama yang turut merasakan dampak positif dari program tersebut.

Selain isu pendidikan, ia menyoroti tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

"Sekolah dan lingkungan keluarga harus menjadi ruang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang. Semua berkewajiban memastikan angka kekerasan ini tidak meningkat, Dibutuhkan langkah nyata dari pendidik, aparatur pemerintah, hingga orang tua melalui pola pembinaan yang lebih menyentuh,” katanya.

Baca juga: PKK Lombok Tengah dukung penurunan stunting 2026 lewat demo memasak

Baca juga: TPK di Lombok Tengah dilibatkan percepat penurunan stunting



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026