Jakarta (ANTARA) - Ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti menjaga asa Indonesia untuk meraih gelar pada BWF World Tour Super 300 German Open 2026 setelah memastikan tempat di semifinal.

Tiwi/Fadia menjadi wakil terakhir Merah Putih yang melangkah ke empat besar seusai menundukkan pasangan Hong Kong Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan dua gim langsung 21-15, 21-14 di Westenergie Sporthalle, Muelheim an der Ruhr, Jerman, Sabtu dini hari WIB.

Kemenangan tersebut memperpanjang tren positif pasangan anyar itu, sekaligus menegaskan konsistensi mereka setelah merebut gelar di Super 300 Thailand Masters awal musim ini. Selanjutnya, Tiwi/Fadia akan berhadapan dengan wakil China Li Yi Jing/Wang Yi Duo yang menang atas unggulan kelima asal Jepang Kaho Osawa/Mai Tanabe dua gim langsung 21-12, 21-9.

Dengan hasil ini, Tiwi/Fadia mengikuti jejak Gloria Emanuelle Widjaja yang lebih dulu melaju ke semifinal dari sektor ganda campuran bersama wakil Singapura, Hee Yong Kai Terry.

Pasangan Hee/Gloria tampil meyakinkan dengan menyingkirkan unggulan kelima asal Malaysia Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie melalui kemenangan 21-17, 21-13.

Bagi Gloria, capaian ini membuka peluang untuk kembali menembus final turnamen level Super 300 tersebut, setelah tahun lalu finis sebagai runner-up bersama partner lamanya, Rehan Naufal Kusharjanto.

Baca juga: Pasangan Hee/Gloria singkirkan unggulan kelima ke semifinal German Open

Di semifinal, Hee/Gloria akan menghadapi unggulan kedelapan asal Denmark, Mads Vestergaard/Christine Busch, yang lolos usai mengalahkan wakil Skotlandia Alexander Dunn/Julie Macpherson dengan skor 21-11, 21-18.

Secara keseluruhan Indonesia mengirim dua wakil di sektor ganda putri, serta Gloria yang berpasangan dengan Hee di German Open 2026.

Baca juga: Penulu tangkis Dhinda jaga asa Indonesia di semifinal BATC 2026

Sayang, satu wakil telah lebih dulu tersingkir di babak kedua yakni Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari yang harus mengakui keunggulan pasangan Jepang Kaho Osawa/Mai Tanabe dua gim langsung 13-21, 17-21.

 

 


 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026