Lombok Barat (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Nusa Tenggara mencatat laju pertumbuhan penerimaan pajak di Nusa Tenggara Barat (NTB) melonjak signifikan sebesar 36,5 persen pada awal 2026 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala DJP Nusa Tenggara Judiana Manihuruk mengatakan realisasi penerimaan pajak di daerah itu mencapai Rp339,15 miliar atau setara 8,69 persen dari target tahunan sebesar Rp3,9 triliun per 28 Februari 2026.

"Ini adalah angka yang sangat menggembirakan karena dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, penerimaan pajak di NTB tumbuh sebesar 36,5 persen," katanya dalam media briefing di Lombok Barat, NTB, Kamis.

Judiana mengatakan capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi perekonomian daerah karena menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi yang tercermin dari kinerja sektor perpajakan.

Baca juga: Kontribusi pajak menjaga ekosistem wisata Gili Tramena

Ia berharap tren positif penerimaan pajak bisa terus berlanjut seiring dengan pertumbuhan aktivitas ekonomi di Nusa Tenggara Barat.

Berdasarkan catatan DJP Nusa Tenggara, kinerja penerimaan pajak secara regional di Nusa Tenggara (NTB dan NTT) juga menunjukkan tren positif.

Selama dua bulan pertama tahun 2026, menurut dia, total penerimaan pajak dari kedua provinsi tersebut mencapai Rp637,81 miliar atau setara 9,14 persen dari target tahun ini yang sebanyak Rp6,98 triliun.

Dari jumlah itu, kata Judiana, kontribusi penerimaan pajak di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai Rp298,66 miliar atau 9,70 persen dari target Rp3 triliun dengan pertumbuhan sebesar 38,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Sebagai pembanding, Bali punya target penerimaan pajak luar biasa sebesar Rp24 triliun. Namun, pertumbuhan mereka masih 13,6 persen. Kami yakin Nusa Tenggara bisa maju menyamai keramaian perkembangan di Bali," ujar dia.

Baca juga: Menilik korelasi pajak terhadap kesejahteraan petani di NTB
Baca juga: Penerimaan pajak di NTB 2025 baru capai 79,5 persen



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026