Moskow (ANTARA) - Amerika Serikat telah mulai menggunakan pangkalan-pangkalan di Inggris untuk melakukan "operasi pertahanan khusus" terhadap Iran, kata Kementerian Pertahanan Inggris pada Sabtu.

"Amerika Serikat telah mulai menggunakan pangkalan-pangkalan Inggris untuk operasi pertahanan khusus guna mencegah Iran menembakkan rudal ke wilayah tersebut, sehingga membahayakan nyawa warga Inggris," kata kementerian pertahanan dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh Sky News.

Selain itu, jet tempur Typhoon dan F-35 Inggris juga terlibat dalam operasi udara di Yordania, Qatar, dan Siprus. London juga telah mengerahkan helikopter Merlin ke wilayah tersebut, menurut pernyataan yang dikutip oleh Sky News.

Sementara itu, ratusan orang berkumpul di pusat kota Nicosia, Siprus, pada Sabtu untuk memprotes keberadaan pangkalan militer Inggris di negara tersebut, seperti yang dilaporkan oleh surat kabar Cyprus Mail.

Baca juga: Iran serang kilang minyak Israel di Haifa

Para pengunjuk rasa dilaporkan membawa spanduk bertuliskan "Siprus bukan landasan peluncuranmu" dan "Pangkalan Inggris keluar."

Pada Jumat, Presiden Siprus Nikos Christodoulides tidak menampik kemungkinan bahwa isu terkait masa depan pangkalan militer Inggris di pulau itu akan diangkat setelah berakhirnya konflik di Timur Tengah.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.

Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Baca juga: Abbas Araghchi tuduh Donald Trump salah tafsir, Iran siap hadapi AS

Awalnya, AS dan Israel mengklaim serangan "pencegahan" mereka diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran, tetapi mereka segera memperjelas bahwa mereka ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas pada hari pertama operasi militer. Republik Islam Iran menyatakan 40 hari masa berkabung.

Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran hukum internasional yang sinis.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk operasi AS-Israel dan menyerukan deeskalasi segera dan permusuhan dihentikan.

Sumber: Sputnik-OANA

Baca juga: Mayoritas warga Eropa menentang serangan AS-Israel ke Iran
Baca juga: Sikap Eropa terbelah terkait serangan AS-Israel terhadap Iran
Baca juga: Siprus kaji ulang kerja sama dengan Inggris



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026