Bulog NTB memastikan ketersediaan bahan pokok cukup selama Ramadhan

id Bulog NTB,stok komoditas,ramadhan, Idul Fitri,beras

Perum Bulog Divre NTB menyediakan paket sembako Ramadhan dengan harga terjangkau sebagai upaya menjaga kestabilan harga pangan selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri 2019. (Dok Bulog NTB)

Mataram (ANTARA) - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Nusa Tenggara Barat memastikan ketersediaan bahan pokok masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah itu selama Ramadan dan Idul Fitri 2019.

Kepala Divisi Regional Bulog NTB, Ramlan UE, di Mataram, Rabu, menyebutkan komoditas pangan yang dikuasai saat ini adalah beras sebanyak 3,8 juta kilogram, gula pasir sebanyak 522.498 kilogram, tepung terigu sebanyak 68.582 kilogram, dann minyak goreng sebanyak 2.200 kilogram.

"Jumlah stok yang kami miliki cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga empat bulan ke depan. Dan jumlahnya akan terus bertambah karena kami terus melakukan pengadaan," katanya.

Ia mengatakan komoditas pangan tersebut didistribusikan kepada masyarakat, khususnya pada bulan puasa melalui kegiatan penjualan oleh distributor, media cetak dan daring, sosial media dan dari pintu ke pintu.

Bulog Divre NTB juga melakukan kegiatan penjualan keliling menggunakan mobil bak terbuka, dan menggelar operasi pasar murah bekerja sama dengan Dinas Perdagangan NTB.

Upaya lainnya adalah dengan menyebarkan brosur produk komoditi komersial melalui sosial media, badan usaha milik negara, instansi daerah, TNI-POLRI, badan usaha milik daerah dan wasta serta seluruh pihak terkait.

"Kami juga menyediakan paket sembako Ramadan dengan harga terjangkau. Satu paket berisi beras, gula pasir, tepung terigu dan minyak goreng," ujarnya.

Bulog Divre NTB, kata Ramlan, juga mengandalkan toko pangan kita (TPK) bekerja sama dengan pemerintah daerah atau pihak ketiga. TPK tersebut menyebar di 10 kabupaten/kota di NTB.

Ada juga rumah pangan kita (RPK) yang berjumlah sebanyak 876 unit. RPK tersebut tersebar di wilayah kerja Bulog Divre NTB sebanyak 519 unit, Bulog Subdivre Lombok Timur sebanyak 142 unit, Bulog Subdivre Sumbawa sebanyak 157 unit, dan Bulog Subdivre Bima sebanyak 58 unit.

"RPK tersebut juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang bertujuan menjaga kestabilan harga pangan. Termasuk jika ada kegiatan yang digelar oleh TNI-Polri," kata Ramlan.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar