Bima (ANTARA) - Perjalanan hidup Dr. Arif Hidayat, M.Pd, dosen Pendidikan Matematika pada Program Magister Pedagogi STKIP Taman Siswa Bima, menjadi kisah inspiratif tentang ketekunan, doa, dan keyakinan dalam menempuh pendidikan hingga meraih gelar doktor.
Arif lahir dan tumbuh dalam keluarga sederhana di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Ayahnya bekerja sebagai kusir kereta kuda atau benhur yang setiap hari menarik penumpang untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sementara ibunya mengelola hasil kebun seadanya.
Sejak kecil, Arif terbiasa membantu pekerjaan keluarga. Sepulang dari sawah atau ladang, ia harus memastikan rumput untuk ternak telah tersedia sebelum akhirnya dapat membuka buku pelajaran di bawah penerangan lampu minyak.
Di lingkungan tempat ia tumbuh, masa depan kerap dipandang sederhana. Anak-anak desa biasanya akan mengikuti jejak orang tuanya sebagai petani atau kusir kereta kuda.
Namun, kedua orang tuanya menanamkan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan penting untuk mengubah kehidupan.
Baca juga: BPMP NTB, INOVASI, dan STKIP Tamsis Bima rancang program ASLI BERADAB
Titik balik dalam perjalanan Arif terjadi ketika ia masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Pada suatu kesempatan, ia berhasil menyelesaikan soal matematika yang cukup sulit di depan kelas.
Guru matematikanya kemudian mendekat dan menepuk pundaknya sebagai bentuk apresiasi. Bagi Arif, momen sederhana itu menjadi dorongan kuat yang menumbuhkan keyakinan bahwa ia mampu melangkah lebih jauh dalam dunia pendidikan.
Keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sempat ia pendam karena kondisi ekonomi keluarga. Ia bahkan sempat mempertimbangkan untuk merantau sebagai pekerja migran demi membantu perekonomian orang tua.
Namun jalan hidup membawanya menempuh pendidikan di STKIP Taman Siswa Bima. Saat itu, kampus tersebut masih berkembang dengan fasilitas yang terbatas.
Meski demikian, Arif memilih tetap fokus belajar dan mengabaikan berbagai keraguan yang muncul di sekitarnya. Ia meyakini pesan orang tuanya bahwa keikhlasan dalam menuntut ilmu tidak akan pernah sia-sia.
Baca juga: INOVASI NTB gandeng STKIP Taman Siswa Bima gelar konsolidasi pendidikan
Selama menjalani pendidikan tinggi, Arif terinspirasi oleh kegigihan almarhum H. Sudirman Ismail sebagai pendiri STKIP Taman Siswa Bima yang membangun lembaga pendidikan tersebut dengan visi mencerdaskan generasi daerah.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Arif melanjutkan studi magister dengan dukungan dari almamaternya. Perjalanan akademiknya kemudian berlanjut hingga ke jenjang doktor melalui program Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI).
Dalam proses menempuh pendidikan doktoral, Arif juga harus menghadapi berbagai tantangan, termasuk tanggung jawab akademik di kampus tempat ia mengabdi.
Namun tekadnya tetap kuat. Ia ingin membuktikan bahwa akademisi dari wilayah timur Indonesia mampu bersaing dan berdiri sejajar dengan para ilmuwan dari berbagai daerah lain.
Kini Arif kembali ke kampus tempat ia pernah menempuh pendidikan, bukan lagi sebagai mahasiswa yang penuh keraguan, melainkan sebagai dosen dan peneliti yang mengabdikan diri bagi pengembangan pendidikan.
Baca juga: STKIP Tamsis Bima dan UAD rancang skema percepatan S2 ke S3
Ia berkomitmen menanamkan keyakinan kepada para mahasiswa bahwa latar belakang keluarga dan keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi.
"Saya selalu percaya bahwa ketika kita memprioritaskan pendidikan, maka pendidikan akan memberikan manfaat balik kepada kita," kata Arif.
Ia juga menekankan, pentingnya menghormati guru dan orang tua sebagai sumber keberkahan ilmu yang diperoleh.
Bagi Arif, kerja keras merupakan bagian dari ikhtiar manusia, sementara doa menjadi cara untuk memohon pertolongan atas hal-hal yang berada di luar kendali.
Perjalanan Arif Hidayat dari desa hingga meraih gelar doktor menjadi pengingat bahwa pendidikan dapat menjadi jalan perubahan bagi siapa pun yang memiliki tekad untuk terus belajar dan berusaha.
Baca juga: PGSD STKIP Taman Siswa Bima matangkan strategi kuliah semester genap 2025/2026
Baca juga: Tanpa sensasi, Dosen STKIP Taman Siswa Bima ini tembus jabatan Lektor Kepala
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026