Lombok Tengah (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, meningkatkan patroli atau razia dalam upaya mencegah perang petasan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
"Patroli kami tingkatkan baik itu pagi, siang dan malam hari," kata Kasatpol PP Kabupaten Lombok Tengah Zaenal Mustakim di Praya, Senin.
Ia mengatakan dalam patroli tersebut juga dilakukan razia terhadap warung makan yang buka siang hari dan penjual petasan.
Selain itu, pihaknya juga melakukan pengamanan di area keramaian seperti di pertokoan di Kota Praya, pengajian di masjid.
"Di beberapa titik razia kami juga melakukan penyitaan petasan dan jumlahnya cukup banyak yang disita," katanya.
Baca juga: Dua warga Lombok Tengah luka parah akibat ledakan petasan 8 kg
Ia mengatakan hingga saat ini atau selama Ramadhan sebanyak empat titik warung makan yang ditertibkan karena mereka berjualan pada siang hari.
"Di situ juga ditemukan warga sedang makan atau tidak berpuasa sehingga diberikan pembinaan," katanya.
Ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah dengan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, agar mereka tidak melakukan perang petasan yang dapat membahayakan diri sendiri ataupun orang lain.
"Pengawasan orang tua juga sangat kami harapkan dalam mencegah perang petasan ini," katanya.
Baca juga: Polisi tingkatkan patroli antisipasi perang petasan di Lombok Tengah
Sebelumnya, dalam rangka menjaga kehidmatan bulan Suci Ramadhan, pemerintah daerah setempat menerbitkan surat edaran (SE) terkait beberapa item yang dilarang dilakukan selama Ramadhan 2026.
“Jadi sekarang tidak ada toleransi bagi warung-warung ini, kalau nekat membuka di siang bolong maka tentu kami akan melakukan tindakan tegas,” kata Zaenal.
Selain larangan membuka warung pada siang hari, dalam SE tersebut juga sudah diingatkan terkait larangan membunyikan petasan saat masyarakat sedang melaksanakan ibadah seperti sholat tarawih.
“Termasuk kegiatan perang mercon yang biasanya terjadi pada pagi hari, kami himbau untuk tidak dilakukan terutama di jalur-jalur ramai. Sebab hal itu sangat membahayakan pengguna jalan," katanya.
Baca juga: Kronologi telapak tangan warga Lombok Tengah hancur akibat ledakan petasan
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026