Lombok Tengah (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sebanyak 54 desa tanggung bencana (Destana) hingga saat ini telah terbentuk dari 154 desa/kelurahan.
"Jumlah desa tanggung bencana itu sebanyak 54 desa," kata Kepala BPBD Lombok Tengah Ridwan Maruf di Lombok Tengah, Selasa.
Ia mengatakan desa tanggung bencana yang telah terbentuk tersebut tersebar di Kecamatan Pujut, Kecamatan Praya Timur, Kecamatan Janapria, Kecamatan Kopang, Kecamatan Praya Barat dan Kecamatan Praya Barat Daya.
Selain itu, di Kecamatan Batukliang Utara, Kecamatan Pringgarata, Kecamatan Jonggat, Kecamatan Praya dan Kecamatan Batuklianh Utara.
"Pembentukan desa tanggung bencana secara bertahap, karena keterbatasan anggaran," katanya.
Baca juga: Ampenan ditetapkan sebagai kecamatan tangguh bencana di Mataram
Ia mengatakan pembentukan desa tanggung bencana tersebut ditargetkan bisa terbentuk di semua desa atau 154 desa dan kelurahan. Hal itu dilakukan dalam rangka meningkatkan mitigasi bencana di Lombok Tengah.
Kehadiran desa tanggung bencana sangat penting dalam memperkuat mitigasi dan mengutamakan resiko bencana di Lombok Tengah.
"Ketika terjadi bencana, warga lebih awal melakukan penanganan dan menyampaikan informasi kepada kami," katanya.
Baca juga: Sebanyak 47 desa tangguh bencana dibentuk di Lombok Tengah
Ia mengatakan berdasarkan kajian resiko bencana yang telah dibentuk, potensi bencana alam yang dominan terjadi itu ada lima di antaranya banjir, tanah longsor, gempa bumi, angin puting beliung dan kekeringan.
"Bencana-bencana ini datang secara tiba-tiba. Sehingga yang paling penting itu adalah doa, selain mitigasi yang harus dilaksanakan supaya tidak terjadi bencana," katanya.
Ia mengatakan pembentukan dokumen kajian bencana untuk meningkatkan kewaspadaan dan peningkatan mitigasi bencana di Lombok Tengah.
"Memang ada 10 potensi bencana yang harus dilaksanakan mitigasi, namun di Lombok Tengah yang dominan terjadi itu ada lima," katanya.
Baca juga: BPBD Mataram menyiagakan relawan tangguh bencana di pesisir
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026