Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmen menangani dampak kebakaran di Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, dengan memastikan penyaluran bantuan dan pemulihan warga terdampak yang terus dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB Ahsanul Khalik di Mataram, Rabu, mengatakan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal sejak awal telah menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk bergerak cepat di lokasi kejadian.
"Sejak hari pertama, BPBD dan Dinas Sosial telah turun langsung membawa bantuan. Penanganan bencana ini menjadi prioritas pemerintah," ujarnya.
Ia menjelaskan bantuan pemerintah provinsi disalurkan dalam bentuk logistik dan kebutuhan dasar warga terdampak.
Baca juga: Lima unit rumah terbakar di Sumbawa
Berdasarkan dokumen berita acara Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) NTB, bantuan yang dikirimkan mencakup makanan siap saji, paket makanan anak, tenda gulung, perlengkapan keluarga (family kit), kasur, selimut, hingga sandang untuk dewasa dan anak-anak, dengan total nilai mencapai Rp143 juta lebih.
Selain itu, bantuan tambahan juga terus didistribusikan, termasuk pengiriman beras satu ton untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak.
Pada saat yang sama, bantuan dari Kementerian Sosial disalurkan melalui koordinasi dengan Dinas Sosial P3A NTB dan Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa.
"Bantuan tersebut menyasar 35 kepala keluarga terdampak kebakaran," katanya.
Rincian bantuan meliputi paket sembako berupa beras premium 5 kilogram per paket, minyak goreng, mi instan, biskuit, sarden, kecap, saus, serta perlengkapan lainnya. Selain itu, perlengkapan sekolah bagi anak-anak, berupa seragam, tas, sepatu, buku tulis, serta alat tulis.
Baca juga: Kebakaran rumah panggung di Sumbawa diduga karena api kompor gas
Di tengah proses penyaluran bantuan, sempat berkembang informasi di masyarakat terkait adanya bantuan tunai sebesar Rp550 ribu per KK, yang dikaitkan dengan pemerintah provinsi.
Menanggapi hal tersebut, Ahsanul Khalik menegaskan bahwa bantuan tersebut inisiatif dan swadaya dari sejumlah aparatur di Pulau Sumbawa.
"Bantuan tersebut berasal dari solidaritas teman-teman ASN dan tenaga pendidik di Sumbawa, yang secara sukarela menggalang dana dan menyalurkannya kepada warga terdampak," katanya.
Ia menambahkan semangat gotong royong tersebut bentuk kepedulian yang patut diapresiasi.
"Dan wajar kalau teman-teman ASN mengatasnamakan gubernur, karena mereka ASN Pemprov NTB, namun perlu dipahami bahwa bantuan resmi pemerintah memiliki mekanisme tersendiri dan disalurkan dalam bentuk yang terukur sesuai kebutuhan warga," katanya.
Baca juga: TNI-Polri bantu membersihkan rumah korban kebakaran di Sumbawa
Aka --sapaan Ahsanul Khalik itu, mengatakan Gubernur NTB menegaskan bahwa pemerintah akan terus memastikan penanganan pasca-bencana berjalan optimal, termasuk dalam proses pemulihan.
"Pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan proses pemulihan berjalan dengan baik," katanya.
Kebakaran terjadi pada Minggu (22/3) dini hari tersebut, menghanguskan sedikitnya 31 rumah warga dan berdampak terhadap 35 kepala keluarga. Saat ini, para korban masih membutuhkan dukungan berkelanjutan untuk pemulihan tempat tinggal dan kehidupan sehari-hari.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026