Mataram (ANTARA) - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiagakan dua armada di dua lokasi yang menjadi tempat perayaan puncak Lebaran Topat atau Ketupat 2026, Sabtu (28/3).

Kepala Dinas Damkarmat Kota Mataram Rudi Suryawan di Mataram, Rabu, mengatakan dua armada pemadam kebakaran dengan kapasitas tangki air masing-masing 5.000 liter itu disiagakan di Pantai Loang Baloq dan Bintaro yang merupakan lokasi pusat perayaan Lebaran Topat.

"Dua armada yang kami siagakan guna mengantisipasi berbagai potensi musibah, mulai dari kebakaran hingga permintaan penyelamatan satwa liar, dan kasus-kasus lainnya," katanya.

Baca juga: Lebaran Topat membludak! BPBD Mataram dirikan posko di tiga pantai

Ia mengatakan potensi kebakaran bisa terjadi karena saat puncak Lebaran Topat, pedagang musiman aneka makanan seperti bakso cilok, martabak, sosis bakar, telur congkel, telur gulung, serta lainnya menjamur dan rata-rata menggunakan kompor.

Oleh karena itu, katanya, pada armada atau mobil damkar yang disiagakan juga disiapkan alat-alat dan perlengkapan seperti tangga, selang, palu, gergaji, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), dan lampu.

"Satu armada, kami siagakan petugas sebanyak tujuh orang yang siap bergerak cepat membantu masyarakat," katanya.

Baca juga: Denyut Lebaran di ruang kota

Pihaknya juga menyiagakan petugas di markas komando (mako) di Jalan Bung Karno Kota Mataram demi menjaga pelaksanaan standar waktu respons.

"Respons time (waktu respons) kami harus di bawah 15 menit. Jadi, baik di lokasi acara seperti konser maupun di mako, personel tetap standby," katanya

Dengan kesiagaan itu, masyarakat diimbau tidak ragu menghubungi layanan pemadam kebakaran jika menghadapi situasi darurat, baik berkaitan dengan api maupun kebutuhan penyelamatan lainnya.

Baca juga: Pantai Mataram diserbu saat Lebaran, pengawasan ditingkatkan

Untuk memastikan layanan optimal, pihaknya menerapkan sistem piket ketat dan pembagian personel yang terukur.

"Total personel yang disiagakan setiap hari sebanyak 20 hingga 22 personel untuk siaga memantau situasi kota," katanya.

Bahkan, katanya, saat libur dan cuti bersama Idul Fitri 1447, personel Damkarmat banyak mendapatkan panggilan untuk penyelamatan.

"Untuk kasus kebakaran saat libur Lebaran, alhamdulillah tidak ada kejadian. Tapi yang banyak justru laporan masyarakat untuk evakuasi binatang buas seperti biawak dan ular," katanya.

Baca juga: Polisi siapkan tujuh pos pengamanan Lebaran Topat di Mataram



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026