Mataram (ANTARA) - Jumlah kedatangan penumpang dan bus pada arus balik setelah Lebaran 1447 Hijriah atau H+2 di Terminal Tipe A Mandalika, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah mencapai 1.777 orang.
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Mandalika Kota Mataram, Marthen Cornelis D Tanone, mengatakan jumlah bus dan penumpang yang menggunakan moda transportasi darat baik Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Angkutan Pariwisata unit bantuan pada arus balik Lebaran sebanyak 1.777 orang dengan jumlah bus yang tiba sebanyak 65 unit.
"Kalau dibanding antara data semasa Lebaran tahun 2025 dengan Lebaran tahun 2026 secara harian maupun kumulatif terjadi kenaikan jumlah kedatangan sampai dengan H+2 tanggal 24 Maret. Kalau total penumpang secara harian mengalami peningkatan sebesar 161.71 persen dari hanya 679 penumpang menjadi 1.777 penumpang," ujarnya di Mataram, Rabu.
Baca juga: Puncak arus balik di NTB diprediksi H+7 Lebaran
Ia mengakui berdasarkan data yang ada pada keberangkatan bus secara harian melalui terminal terbesar di NTB itu mengalami peningkatan sebesar 94.12 persen dari 17 bus menjadi 33 bus. Sedangkan pada keberangkatan penumpang secara harian juga mengalami peningkatan sebesar
117.66 persen dari 351 penumpang menjadi 764 penumpang.
"Sedangkan secara kumulatif total penumpang mengalami peningkatan sebesar 6.26 persen dari 15.212 penumpang menjadi 16.165 penumpang pada arus mudik maupun balik Lebaran melalui Terminal Mandalika," terang Marthen.
Untuk prediksi puncak arus balik, pihaknya memperkirakan akan sama seperti pada tahun-tahun sebelumnya, yakni H+5 hingga H+7 Lebaran.
"Kalau untuk pegawai kerja kantoran kemarin di H+2 ramai mereka datang, tapi kalau anak kuliah-an dan sekolah biasanya H+5 atau H+6 baru ramai balik je Mataram," ujarnya.
Baca juga: Arus balik padat, Polda NTB perkuat pengamanan di bandara dan pelabuhan
Marthen menambahkan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para penumpang, pihaknya tetap mengimbau pengelola PO Bus melakukan pengecekan secara berkala terhadap kendaraan-nya.
"Termasuk meningkatkan pemeriksaan terhadap sopir, kondektur, maupun kendaraan yang digunakan," ucapnya.
Di sisi lain, para calon pemudik juga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap barang bawaannya. Mengingat di tengah banyaknya masyarakat yang mudik tahun ini, keselamatan diri dan barang bawaan harus menjadi prioritas utama untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
"Setiap kedatangan bus hingga menurunkan penumpang akan tetap dipantau oleh petugas untuk memberikan kenyamanan pada para penumpang," katanya.
Baca juga: Puncak arus balik Lebaran 2026 di Bandara Lombok 29 Maret
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026