Moskow (ANTARA) - Iran telah mengizinkan kapal-kapal dari beberapa negara sahabatnya, termasuk Rusia, untuk melewati Selat Hormuz.
"Kami telah mengizinkan kapal-kapal dari China, Rusia, India, Pakistan, dan Irak, serta negara-negara lain yang kami anggap sahabat, untuk melewati Selat Hormuz," kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menurut saluran televisi satelit milik Lebanon, Al Mayadeen.
Araghchi menambahkan bahwa Teheran tidak punya alasan untuk mengizinkan "kapal-kapal musuh" melewati Selat Hormuz.
Baca juga: Iran tak percaya AS, Negosiasi kembali buntu usai dua kali gagal
Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika yang berada di Timur Tengah.
Eskalasi ketegangan di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Blokade itu juga berpengaruh terhadap tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut. Akibatnya, harga bahan bakar meningkat di sebagian besar negara di dunia.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Pemerintah Jepang akan jual 8,5 juta kiloliter cadangan minyak
Baca juga: Menlu China-Iran bicara di telepon, diskusikan upaya hentikan perang
Baca juga: Jepang isyaratkan kirim pasukan sapu ranjau ke Selat Hormuz
Baca juga: Iran ancam pasang ranjau laut, Selat Hormuz terancam ditutup
Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026