Mataram (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Moh Ruslan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, akan menyiagakan tim medis pada sejumlah titik keramaian saat puncak perayaan Lebaran Topat atau Ketupat yang dijadwalkan pada Sabtu 28 Maret 2026.

"Untuk perayaan Lebaran Topat, kami tidak buat posko khusus tapi kita siapkan tim medis dan dua mobil ambulans yang salah satunya ambulans VIP untuk memastikan penanganan darurat yang maksimal," kata Direktur Utama RSUD H Moh Ruslan (HMR) Kota Mataram NK Eka Nurhayati di Mataram, Kamis.

Dikatakan, lokasi yang akan menjadi titik layanan tim medis diutamakan di dua tempat yakni Pantai Loang Baloq dan Bintaro yang akan menjadi pusat perayaan puncak Lebaran Topat.

Baca juga: Siaga penuh! Damkar Mataram turunkan armada di lokasi Lebaran Topat

Karena dua lokasi itu menjadi pusat perayaan, maka secara otomatis menjadi pusat keramaian warga yang akan menyaksikan berbagai rangkaian ritual perayaan puncak Lebaran Topat.

Dalam mobil ambulans yang disiagakan itu, dilengkapi dengan tiga tim terdiri atas dokter, perawat, dan sopir. Sementara mobil ambulans dilengkapi dengan berbagai peralatan dan obat-obatan pertolongan pertama.

"Keberadaan kami di lokasi sifatnya antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Tapi kami berdoa agar perayaan Lebaran Topat berjalan lancar dan aman," katanya.

Selain menempatkan personel di lokasi acara, katanya, tim medis rumah sakit juga tetap melaksanakan patroli keliling di wilayah Kota Mataram guna mengantisipasi adanya kasus gawat darurat.

Baca juga: Lebaran Topat membludak! BPBD Mataram dirikan posko di tiga pantai

Petugas juga secara rutin meninjau tempat-tempat keramaian untuk memastikan situasi tetap kondusif dan segera merespons jika terjadi insiden kesehatan di lapangan.

"Tim PSC 119 MEMS (Emergency Medical Service) RSUD HMR Kota Mataram, juga aktif patroli sesuai jadwal yang ditetapkan," katanya.

Sementara untuk layanan di RSUD saat Lebaran Topat, katanya, masih menunggu arahan dari Kepala Daerah apakah ada kebijakan meliburkan layanan di poliklinik atau tetap buka sesuai jadwal yang ada.

"Apa pun yang menjadi kebijakan kepala daerah, kami siap patuhi," katanya.

Artinya, tambah Eka, jika kebijakan layanan diliburkan saat Lebaran Topat, maka layanan poliklinik ditutup dan dialihkan ke IGD. "Untuk di IGD, petugas kami siaga 24 jam," katanya.

Baca juga: Denyut Lebaran di ruang kota



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026