Mataram (ANTARA) - Dinas Perhubungan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiagakan personel untuk melakukan rekayasa dan mengurai kemacetan lalu lintas pada saat puncak perayaan Lebaran Topat atau Ketupat 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram Zulkarwin di Mataram, Kamis, mengatakan puncak perayaan Lebaran Topat dijadwalkan pada Sabtu (28/3), dan diprediksi akan terjadi kepadatan arus lalu lintas di sejumlah titik Kota Mataram.

"Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kepadatan arus lalu lintas terjadi di sejumlah ruas menuju objek wisata pantai dan dua makam keramat yang menjadi pusat perayaan Lebaran Topat," katanya.

Ia mengatakan dua makam tersebut yakni Makam Loang Baloq di Kecamatan Sekarbela dan Makam Bintaro di Kecamatan Ampenan.

Baca juga: Lebaran Topat membludak, RSUD Mataram siagakan tim medis

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di jalan, Dishub telah menyiagakan 40 personel untuk siaga di dua titik tersebut membantu jajaran dari Polresta Mataram.

"Langkah itu dilakukan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan di titik-titik rawan kemacetan selama perayaan berlangsung," katanya.

Bahkan untuk mematangkan konsep rekayasa lalu lintas saat Lebaran Topat, saat ini Dishub Kota Mataram sedang melakukan koordinasi intensif melalui rapat bersama jajaran Polresta Mataram.

"Kepolisian merupakan leading sector dalam pengaturan jalan raya, kami sifatnya memberikan dukungan penuh (back up) di lapangan," katanya.

Baca juga: Bencingah Agung jadi pusat perayaan Lebaran Topat di Lombok Tengah

Menurut dia, sekitar 40 personel yang disiagakan itu terdiri atas satu regu operasional ditambah dengan petugas harian lainnya.

Fokus pengamanan akan diprioritaskan pada dua titik utama yang diprediksi menjadi pusat keramaian, namun petugas juga akan disebar ke berbagai titik rawan kemacetan lainnya.

"Konsep rekayasa sudah kita siapkan Polresta Mataram, kami akan mem-back up kawan-kawan Kepolisian seperti tahun-tahun sebelumnya. Mengenai pola pastinya, kami masih menunggu hasil keputusan rapat di Udanyana bersama pihak Polres," katanya.

Pada prinsipnya, lanjut Zulkarwin, Pemerintah Kota Mataram berkomitmen menjaga kenyamanan warga dan wisatawan yang merayakan tradisi Lebaran Topat, dengan memastikan akses transportasi di wilayah Mataram tetap terkendali.

Baca juga: Siaga penuh! Damkar Mataram turunkan armada di lokasi Lebaran Topat



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026