Kota Mataram (ANTARA) - Universitas Bima Internasional Medical Farma Husada (UNBIM MFH), Nusa Tenggara Barat, melepas 352 mahasiswa dalam program International Inbound Mobility Programme bertajuk "Excellent and Adaptive" sebagai bagian dari penguatan internasionalisasi pendidikan tinggi yang terintegrasi dengan program pengabdian masyarakat di 20 desa Kabupaten Lombok Barat (Lobar). 

Program yang dilaksanakan pada Kamis (26/3) tersebut, merupakan hasil kolaborasi internasional antara UNBIM dan Saito University College, Malaysia sebagai bentuk penguatan jejaring global sekaligus implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 352 mahasiswa akan ditempatkan di wilayah Kabupaten Lombok Barat yang mencakup sejumlah desa, di antaranya Desa Perempuan, Karang Bongkot, serta kawasan Senggigi. Lokasi tersebut dipilih sebagai bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal serta penguatan peran mahasiswa dalam pembangunan desa.

Program ini terbagi ke dalam 15 posko yang tersebar di 13 desa, dengan dua desa di antaranya memiliki masing-masing dua posko. Skema tersebut dirancang untuk mengoptimalkan pendampingan masyarakat sekaligus implementasi program kerja mahasiswa secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Baca juga: UNBIM MFH gaet kerjasama strategis dengan sejumlah kampus top kawasan ASEAN

Pembina Yayasan UNBIM, Assoc. Prof. Dr. Syamsuriansyah, menyampaikan pentingnya penguatan karakter mahasiswa melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat serta keterlibatan dalam program internasional yang berdampak nyata.

Rektor UNBIM Dr. Apt. Ajeng Dian Pertiwi mengatakan program tersebut merupakan langkah strategis dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap dinamika sosial dan budaya global.

"Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan praktik nyata di masyarakat, sekaligus memperkuat kapasitas sebagai insan akademik yang memiliki perspektif global dan kepedulian sosial," ujarnya.

Kegiatan pelepasan tersebut juga dihadiri Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dan Prof. Dr. Mohd Nazil Salleh dari Malaysia yang memberikan dukungan terhadap penguatan kerja sama internasional yang terus dikembangkan UNBIM.

Melalui program tersebut, mahasiswa didorong menjadi pribadi yang unggul dalam kompetensi keilmuan serta adaptif dalam menghadapi kompleksitas sosial dan budaya masyarakat, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan berbasis masyarakat.



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026