Denpasar (ANTARA) - Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, meminta para pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe (horeka) untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah berbasis sumber guna mendukung pariwisata yang bersih dan berkelanjutan. 

Hal tersebut disampaikan Jaya Negara dalam kegiatan gathering pariwisata bertajuk “Rejuvenate Sanur: Sinergi Membangun Pariwisata Denpasar” yang digelar Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata Kota Denpasar di Hotel Prama Sanur, Sabtu.

Jaya Negara menegaskan sektor horeka menjadi salah satu penyumbang terbesar timbulan sampah di kawasan pariwisata, khususnya Sanur. Oleh karena itu, pengelolaan sampah harus dimulai langsung dari sumbernya.

“Pengelolaan sampah berbasis sumber menjadi kunci. Kita harus menyasar langsung pelaku usaha horeka, karena mereka memiliki peran besar dalam menghasilkan sekaligus mengelola sampah,” ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah Kota Denpasar terus mendorong agar persoalan sampah dapat diselesaikan di tingkat lokal tanpa bergantung pada tempat pembuangan akhir (TPA). Beberapa wilayah di Sanur bahkan telah menunjukkan hasil positif, seperti Sanur Kaja yang mampu mengelola sampah secara mandiri.

Baca juga: Geopark Rinjani mengusulkan pembangunan "shelter" sampah di Gunung Rinjani

Sementara itu, pengembangan fasilitas pengolahan sampah juga tengah dilakukan di Sanur Kauh dengan dukungan Pemerintah Provinsi Bali. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian kawasan dalam menangani sampah.

“Kita harapkan kawasan Sanur bisa mandiri dalam mengelola sampahnya sendiri sehingga mendukung pariwisata yang bersih dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Ni Luh Putu Riyastiti menjelaskan pembangunan pariwisata Denpasar diarahkan pada prinsip keberlanjutan dengan menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan.

Ia menekankan sektor horeka memiliki peran strategis dalam implementasi pengelolaan sampah berbasis sumber, mulai dari pemilahan, pengurangan plastik sekali pakai hingga pengolahan sampah organik.

Baca juga: Warga Lombok Tengah diingatkan jaga kebersihan pada libur Lebaran 2026

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong kolaborasi seluruh stakeholder pariwisata dalam mewujudkan pengelolaan sampah berbasis sumber sebagai bagian dari transformasi menuju pariwisata Denpasar yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 90 peserta yang terdiri dari pelaku usaha pariwisata, tokoh masyarakat, akademisi, hingga komunitas lingkungan.

Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan menjadi kunci dalam menciptakan pengelolaan sampah yang optimal di Kota Denpasar.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026