PBB/New York (ANTARA) - Juru Bicara PBB Stephane Dujarric pada Jumat (27/3) mengatakan bahwa Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di tengah gangguan pengiriman yang melintasi Selat Hormuz.
"Sekretaris Jenderal telah berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran," kata Dujarric dalam sebuah konferensi pers.
Dia menambahkan bahwa Guterres juga berbicara dengan Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz, Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty dan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar, serta diperkirakan akan ada lebih banyak panggilan telepon lainnya.
Baca juga: Misi militer tak akan selesaikan blokade Selat Hormuz
Sebelumnya pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi ketegangan di Iran telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Blokade juga berdampak terhadap tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut. Akibatnya, harga bahan bakar meningkat di sebagian besar negara di dunia.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Kemlu dan Pertamina bahas teknis pembebasan kapal Pertamina di Selat Hormuz
Baca juga: Studi LM FEB UI sebut krisis Hormuz menguji ketahanan
Baca juga: Iran respons positif, Kapal Pertamina bisa melintas aman di Selat Hormuz
Baca juga: Krisis di Selat Hormuz ganggu stabilitas ekonomi
Pewarta : Katriana
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026