Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memastikan pasokan elpiji subsidi ukuran 3 kilogram di wilayah Kota Mataram, aman dan harga tetap stabil pasca libur panjang Lebaran 2026.
"Meskipun ada isu kenaikan harga sering muncul di tengah krisis global, harga di tingkat pangkalan di Kota Mataram sejauh ini masih sesuai aturan," kata Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram, Senin.
Harga elpiji 3 kilogram di Kota Mataram pada tingkat pangkalan, sejauh pemantauan Disdag Mataram menyebutkan masih bertahan di angka Rp18.000 per tabung atau sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan.
Baca juga: ASN Mataram wajib tinggalkan gas melon, Pemkot fasilitasi penukaran elpiji
Pernyataan itu disampaikan menyikapi mulai adanya kelangkaan elpiji 3 kilogram di sejumlah kabupaten/kota di beberapa daerah termasuk di Pulau Lombok salah satunya di Kabupaten Lombok Timur.
Menurutnya, keberhasilan Kota Mataram menjaga stabilitas pasokan dan harga elpiji 3 kilogram merupakan hasil dari langkah "jemput bola" yang dilakukan Dinas Perdagangan jauh sebelum masa libur Lebaran dimulai.
Bahkan sebelum masuk bulan Ramadhan, Disdag Kota Mataram telah melakukan koordinasi intensif untuk mencegah terjadinya kelangkaan dengan berbagai pihak terkait yakni Pertamina dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas).
Sebelum libur, Disdag sudah bersurat secara resmi kepada Pertamina dan Hiswana Migas untuk memastikan ketersediaan stok cadangan selama masa libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri.
"Upaya dan langkah antisipasi yang kami lakukan sejak jauh-jauh hari itulah, memberikan dampak kondisi pasokan dan harga elpiji di Mataram hingga kini masih stabil," katanya.
Baca juga: Sambut Ramadhan, Disdag Mataram ajukan tambahan kuota elpiji 3 kg
Kendati demikian, pihaknya bersama Satgas Pangan, Polresta, Polda, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tetap aktif melakukan koordinasi dan pemantauan di lapangan guna mengantisipasi berbagai potensi perubahan kondisi di lapangan.
Selain itu, komunikasi rutin juga dilakukan langsung ke tingkat agen hingga pangkalan guna mengantisipasi jika terjadi kekosongan stok secara mendadak.
Hal yang tidak kalah pentingnya, kata Sri, adalah melakukan edukasi masyarakat untuk hindari panic buying.
Sri mengimbau warga Kota Mataram agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying), apalagi situasi di Mataram jauh lebih kondusif dibandingkan beberapa wilayah lain yang mungkin sempat mengalami kendala distribusi.
"Dengan pengawasan yang ketat dan koordinasi lintas sektor, kami berkomitmen untuk terus menjaga agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau," katanya.
Baca juga: ASN di Mataram dilarang gunakan elpiji 3 kilogram
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026