Mataram (ANTARA) - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) mengelaborasi model pelestarian sejarah dan budaya berbasis kampung melalui pengembangan konsep museum tematik yang melibatkan masyarakat secara langsung di Kelurahan Karang Taliwang, Kota Mataram.
"Karang Taliwang potensial untuk dikembangkan museum kampung, karena memiliki DNA entrepreneur, kohesi sosial yang kuat, dan jejak sejarah yang telah ada sejak abad ke-17," kata Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam di Mataram, Senin.
Nuralam mengatakan model pelestarian memakai pendekatan yang tidak bersifat top-down, melainkan berbasis partisipasi masyarakat atau bottom-up dengan melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, dan komunitas setempat dalam proses perencanaan hingga pengelolaan.
Museum NTB mengembangkan museum kampung yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang pelestarian berbagai artefak, tetapi juga sebagai ruang hidup yang merepresentasikan tradisi dan budaya yang masih dijalankan oleh penduduk setempat.
"Kami mengajak mereka untuk berpikir bersama membuat museum kampung Karang Taliwang," kata Nuralam.
Baca juga: NTB ngebut bangun museum desa, Targetkan tiap kampung jadi museum hidup
Lebih lanjut, ia menyampaikan kampung Karang Taliwang dapat menjadi museum hidup yang menyatu dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Pengunjung bisa menyaksikan langsung tradisi, praktik sosial budaya, maupun arsitektur lama yang masih dipertahankan oleh penduduk kampung tersebut sebagai ruang pamer alami.
Museum NTB bersama masyarakat Karang Taliwang berencana membentuk tim ad-hoc untuk merumuskan langkah pengembangan museum tematik, termasuk pemetaan potensi, kebutuhan, serta dukungan yang dapat diberikan oleh masing-masing pihak.
Baca juga: Sejarah dunia berjejak di NTB, Gubernur Iqbal usul 50 museum baru
Berdasarkan catatan sejarah, Karang Taliwang terbentuk dari pemukiman pasukan Kerajaan Taliwang yang dikirim untuk membantu Kerajaan Selaparang menghalau invasi Kerajaan Gelgel dan Karangasem pada awal abad ke-16.
Tokoh Masyarakat Karang Taliwang Syfari Habibi (53 tahun) mengapresiasi upaya Museum NTB yang ingin mengembangkan museum tematik sebagai destinasi wisata baru dalam menggerakkan roda ekonomi lokal.
"Masyarakat Taliwang sangat mendukung program itu, karena selain kuliner ayam taliwang yang terkenal, kami juga punya nilai sejarah yang kuat. Kami bisa bercerita lebih banyak tentang sejarah Taliwang melalui museum kampung," pungkas Syfari.
Baca juga: Museum desa jadi motor ekonomi kreatif di NTB
Baca juga: Museum desa rawat memori kolektif manusia
Baca juga: Museum Negeri NTB tumbuhkan kepedulian masyarakat jaga artefak bersejarah
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026