Dompu (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Dompu membantah kabar viral di media sosial yang menyebut seorang balita meninggal dunia akibat Campak di RSUD Dompu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Dompu, Hj. Maria Ulfa, menegaskan informasi tersebut tidak benar atau hoaks.

"Selama jaga hari ini, tidak ada pasien campak yang meninggal. Ini juga sudah dikonfirmasi dari dokter penanggung jawab IGD," ujarnya, Selasa.

Ia menjelaskan, pasien balita usia sekitar 1,5 tahun yang meninggal dunia di IGD RSUD Dompu pada Senin (30/3) bukan disebabkan oleh campak, melainkan karena kondisi medis lain.

"Pasien tersebut meninggal akibat sepsis karena abses submandibula, bukan pasien campak. Ini berdasarkan hasil investigasi tim surveilans,” katanya.

Mariam menambahkan, pihaknya telah melakukan penelusuran terhadap informasi yang beredar, termasuk koordinasi dengan tenaga medis di rumah sakit, guna memastikan penyebab kematian pasien.

"Memang ada balita yang meninggal, tetapi bukan karena campak. Sudah kami investigasi,” tegasnya.

Terkait situasi penyakit campak di Dompu, Dinkes mencatat jumlah kasus suspek mencapai 277 kasus, namun hingga saat ini tidak terdapat laporan kematian akibat penyakit tersebut.

" Kasus campak ada, tetapi nihil kematian. Pemerintah daerah juga belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB)," ujarnya.

Sebelumnya, informasi mengenai balita meninggal akibat campak beredar luas di Facebook dan memicu kekhawatiran masyarakat.

Dinkes Dompu mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta tetap mengandalkan sumber resmi terkait isu kesehatan.



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026