Mataram (ANTARA) - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menginisiasi inovasi tempat pilah sampah plastik mandiri untuk pengelolaan limbah kantor dalam setiap kegiatan.

Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram Lalu Bramantio Ganeru di Mataram, Rabu, mengatakan, inovasi itu dibuat dengan wadah sederhana dengan menggunakan kawat dan nampan yang dirakit namun memberikan dampak yang cukup besar.

"Inovasi tersebut muncul sebagai respons atas keprihatinan terhadap kebiasaan membiarkan sampah berserakan seusai pertemuan atau acara kantor pemerintahan," katanya.

Inovasi tempat pilah sampah plastik mandiri itu sudah dicoba langsung pada
Selasa (31/3) saat kegiatan Musyawarah Pembangunan Bermitra Masyarakat-Rencana Kerja Pemerintah Daerah (MPBM-RKPD) 2027, yang dihadiri ratusan peserta.

"Alhamdulillah, keberadaan tempat sampah itu selain mengajak partisipasi peserta membuang sampah secara mandiri, juga membantu meringankan kerja petugas kebersihan," katanya.

Pada prinsipnya, katanya, inovasi itu menekankan pada perubahan perilaku pegawai untuk bertanggung jawab atas sampahnya sendiri.

Baca juga: KI meminta keterbukaan informasi jadi fondasi perencanaan pembangunan

Dengan menyediakan wadah khusus, para peserta rapat atau tamu diharapkan dapat memilah sampah mereka secara mandiri, terutama setelah mengonsumsi kudapan.

"Kita mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri. Bagaimana kita memilah sampah setelah selesai acara. Jika tempatnya tersedia, pengelolaan sampah akan jauh lebih mudah," katanya.

Pemilahan sampah dilakukan karena setiap sampah memiliki nilai yang berbeda, ada yang bernilai ekonomi tinggi, rendah, atau bahkan tidak bernilai.

Baca juga: Pemprov NTB alihkan strategi penanganan sampah ke hulu

Sampah plastik pada setiap acara, biasanya berupa botol atau gelas air mineral dan sampah yang telah terpilah nantinya akan diserahkan kepada pengepul sampah untuk diproses lebih lanjut.

Meskipun saat ini baru diterapkan sebagai inisiatif internal di lingkungan Bappeda, katanya, inovasi itu diharapkan dapat menginspirasi organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya di lingkungan Pemerintah Kota Mataram.

"Tujuan akhirnya semata-mata untuk menciptakan budaya bersih yang konsisten dan tidak hanya mengandalkan petugas kebersihan (cleaning service) semata," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026