Lombok Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan respons cepat terhadap dampak bencana alam dengan memasang bronjong di Bendungan Empas di Desa Bentek, Kecamatan Gangga.

"Pemasangan kawat bronjong sebagai langkah darurat untuk memperkuat struktur bendungan yang terdampak cuaca ekstrem belakangan ini," kata Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri di Lombok Utara, Kamis.

Hal ini dilakukan sebagai langkah darurat menyusul jebolnya bendungan yang sangat vital bagi kebutuhan masyarakat setempat itu, khususnya untuk sektor pertanian.

"Pemerintah daerah menyalurkan bantuan awal berupa 30 unit kawat bronjong untuk memperkuat struktur bendungan sementara," katanya.

Ia mengatakan langkah ini diambil guna memastikan aliran air tetap terkendali sembari menunggu perbaikan permanen yang direncanakan akan dilakukan tahun ini.

Baca juga: Lombok Utara perkuat SOP cegah pernikahan anak

“Karena kebutuhan masyarakat tidak bisa ditunda, hari ini kita bergerak cepat. Bantuan kawat bronjong langsung kita kirim dan pemasangannya akan dibimbing oleh tim teknis,” ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Utara M Zaldy Rahadian menjelaskan bahwa kerusakan bendungan merupakan dampak dari bencana yang terjadi pada tahun 2025.

Pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan lanjutan, yang ditargetkan mulai dikerjakan pada Mei 2026.

Baca juga: Polisi tangani kasus ITE bule Prancis terkait peredaran narkoba di Lombok Utara

“Ini penanganan sementara. Kawat bronjong efektif untuk kondisi darurat, tapi tetap membutuhkan perbaikan permanen. Yang terpenting saat ini adalah mengurangi risiko kerusakan lebih lanjut,” jelasnya.

Selain itu, Kepala BPBD juga mengingatkan masyarakat agar mematuhi aturan terkait aktivitas penambangan di sekitar bendungan.

Ditegaskan bahwa kegiatan penggalian tidak diperbolehkan dalam radius satu kilometer ke arah hulu dan 500 meter ke arah hilir guna menjaga stabilitas bangunan.

Gotong royong yang melibatkan masyarakat setempat menjadi kunci dalam percepatan penanganan ini. Semangat kebersamaan terlihat jelas di lapangan, di mana warga bersama pemerintah bahu-membahu memasang bronjong demi menjaga keberlangsungan sumber air mereka.

"Langkah cepat ini diharapkan mampu menjadi solusi sementara sekaligus menjaga aktivitas pertanian masyarakat tetap berjalan, sembari menunggu realisasi perbaikan permanen yang lebih optimal," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026