Pupuk Kaltim menjamin tidak ada kelangkaan pupuk bersubsidi di NTB

id pupuk kaltim

Pupuk Kaltim menjamin tidak ada kelangkaan pupuk bersubsidi di NTB

Staf Account Executive PT Pupuk Kaltim Wilayah NTB Lalu Husni Mauliandri (kedua kiri), dalam kegiatan Sosialisasi Product Knowledge dan Media Tour Tahap 2 Wilayah NTB, Selasa (30/4/2019). (Foto Antara/Dhimas BP)

Mataram (ANTARA) - Anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), yakni PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) menjamin tidak ada kelangkaan pupuk bersubsidi karena persediaan yang ada saat ini masih dapat mendukung kegiatan pertanian, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat.



"Kami jamin dan pastikan tidak akan ada kelangkaan," kata Staf Account Executive PT Pupuk Kaltim Wilayah NTB Lalu Husni Mauliandri di Mataram, Selasa.



Hal itu dijelaskannya dengan memaparkan sebuah bagan simulasi stok pupuk subsidi jenis urea dengan data terakhir pertl 29 April 2019 berjumlah 27.754,70 ton.



Dalam bagan simulasinya, Pupuk Kaltim menggunakan data proyeksi serapan atau kebutuhan pupuk petani NTB pada periode 2018, berdasarkan SK Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Nomor 521.33/300/2018/Distanbun NTB, tertanggal 20 September 2018.



Jika dikalkulasikan dengan data proyeksi serapan petani periode 2018 tersebut, stok pupuk bersubsidi jenis urea dalam kurun waktu tiga bulan ke depannya masih menyisakan 4.271,32 ton.



"Jadi masih ada sisa, stok yang ada akan terus kita jaga dan kita siapkan di setiap lini. Kalau pun ke depannya ada kelangkaan, kita akan pakai stok yang nonsubsidi," ucapnya.



Namun bila kebutuhan petani masih kurang, dalam arti stok yang tersedia tidak dapat memenuhi kebutuhan petani, biasanya pemerintah akan mengalokasikan data penambahan.



Lebih lanjut, sebagai upaya mengamankan pendistribusian pupuk bersubsidi serta menghindari penyimpangan dalam penyaluran pupuk di lapangan, pihaknya dikatakan telah menyimpan stok pupuk di seluruh gudang yang ada.



"Tiap bulannya itu, kita telah rutin melakukan pengadaan-pengadaan, jadi persediaan stok sampai lini terakhir pun kami jamin akan tetap tersedia," kata Husni.

Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar