Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, meningkatkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi terhadap biaya kemasan produk khususnya pangan, akibat penyesuaian harga plastik.
Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram, Rabu, mengatakan, koordinasi sudah dilakukan baik dengan distributor plastik, Dinas Perdagangan Provinsi, bahkan ke Badan Pangan Nasional (Bapanas).
"Dengan Bapanas kami minta agar kenaikan biaya kemasan tidak mengganggu distribusi pangan," katanya.
Pasalnya, harga plastik yang mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir memicu kekhawatiran di kalangan pelaku usaha, terutama untuk produk beras dan gula yang sangat bergantung pada kemasan plastik.
Saat ini, harga beras di ritel modern masih mengikuti aturan satu harga yakni menggunakan harga eceran tertinggi (HET)yakni untuk beras premium Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram, dan beras SPHP Rp12.500 per kilogram.
Sedangkan untuk harga gula pasir curah juga masih bertahan pada Rp19.000 per kilogram.
Namun, lanjutnya, saat ini para pelaku usaha mulai mengeluhkan biaya operasional tidak lagi sebanding jika harus tetap menjual sesuai HET di tengah kenaikan harga plastik.
"Karena itulah, kami sudah mengambil langkah-langkah antisipasi dengan meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait dan pihak berwenang untuk mencari solusi," katanya.
Di sisi lain, Sri, juga meminta pelaku usaha untuk menghabiskan stok kemasan yang ada agar ketersediaan barang di ritel tetap terjaga dan tidak terjadi kekosongan stok akibat panik.
"Kami berkomitmen untuk terus memantau situasi di lapangan guna memastikan stabilitas harga dan pasokan tetap aman bagi masyarakat," katanya.
Sementara untuk harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional, tambah Sri, sudah mulai stabil pasca dua minggu setelah Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.
"Penurunan harga kebutuhan pokok dipicu karena stok mencukupi dan permintaan masyarakat juga mulai stabil," katanya.
Beberapa kebutuhan pokok yang mengalami penurunan antara lain daging ayam ras sudah turun dari Rp42.000 per kilogram menjadi Rp40.000 per kilogram. Begitu juga harga daging sapi kini mulai stabil yakni Rp120.000-Rp125.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp150.000-Rp160.000 per kilogram.
Penurunan serupa juga terjadi pada komoditas cabai yang sebelumnya sempat menyentuh angka Rp100.000 per kilogram, kini melandai di kisaran Rp70.000 hingga Rp75.000 per kilogram.
Untuk bawang merah masih bertahan pada Rp35.000 per kilogram, begitu juga dengan harga bawang putih masih stabil Rp30.000 per kilogram.
Sementara, harga telur ayam ras juga mengalami penurunan tapi bervariasi tergantung ukuran. Untuk telur ukuran besar Rp56.000 per tray (satu tray isi 30 butir), sedangkan ukuran kecil atau sedang harganya mulai dari Rp45.000 per tray.
"Sebelumnya, harga telur lebih tinggi Rp2.000-Rp3.000 per tray dari harga hari ini," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026