Dompu (ANTARA) - Balai Taman Nasional Tambora menyiapkan ajang Tambora Jungle Run 2026 sebagai upaya mendorong pengembangan sport tourism sekaligus meningkatkan kunjungan wisata ke kawasan tersebut.
Kepala Balai TN Tambora, Abdul Azis Bakry mengatakan kegiatan lari lintas alam itu dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni 2026 dengan memanfaatkan bentang alam Gunung Tambora yang dinilai memiliki daya tarik kuat bagi pelari dan wisatawan.
"Event ini menjadi bagian dari strategi untuk mengembangkan sport tourism di Tambora, sekaligus memperluas promosi kawasan ke tingkat nasional dan internasional," ujarnya saat acara halal bihalal, Jumat.
Ia menjelaskan, rute Tambora Jungle Run akan melintasi kawasan hutan dan savana dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan peserta.
"Meski status Gunung Tambora saat ini berada pada Level II atau Waspada, lokasi kegiatan dipastikan berada di radius aman sekitar lima kilometer dari bibir kawah," katanya.
Baca juga: Pulihkan ekosistem, Taman Nasional Tambora siapkan 10.000 bibit kemiri
Menurut dia, penyelenggaraan event tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan sektor akomodasi, transportasi, serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana promosi wisata berbasis konservasi dengan menonjolkan pengelolaan kawasan yang profesional dan berstandar global.
Baca juga: Aktivitas vulkanik Gunung Tambora masih tinggi, status masih waspada
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Tambora tidak hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga siap menjadi destinasi sport tourism yang aman dan berkelas," tandasnya.
Balai TN Tambora optimistis Tambora Jungle Run 2026 dapat menarik partisipasi pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, serta memperkuat posisi Tambora sebagai salah satu destinasi unggulan sport tourism di Nusa Tenggara Barat.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026