Dompu (ANTARA) - Momentum hari jadi ke-11 Taman Nasional Tambora dimanfaatkan untuk memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai destinasi wisata unggulan berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Peringatan itu juga bertepatan dengan 211 tahun letusan Gunung Tambora pada 1815 yang tercatat sebagai salah satu letusan terbesar dalam sejarah dunia.
Kepala Balai TN Tambora, Abdul Azis Bakry mengatakan peringatan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat promosi kawasan konservasi yang kini terus dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam dan keberlanjutan.
"Momentum ini kami manfaatkan untuk memperkuat citra Tambora tidak hanya sebagai kawasan konservasi, tetapi juga sebagai destinasi wisata unggulan yang berdaya saing," ujarnya di Dompu, Jumat.
Menurut dia, Gunung Tambora selama ini tidak hanya memiliki nilai sejarah geologi yang tinggi, tetapi juga menyuguhkan panorama alam yang eksotis dan unik, sehingga mampu menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.
Baca juga: Sejarah dunia berjejak di NTB, Gubernur Iqbal usul 50 museum baru
Ia menjelaskan, pengembangan pariwisata di kawasan TN Tambora dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip konservasi, guna menjaga kelestarian ekosistem sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Selain itu, berbagai kegiatan yang digelar dalam rangkaian peringatan diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata serta memperluas promosi kawasan ke tingkat nasional hingga internasional.
Baca juga: Pulihkan ekosistem, Taman Nasional Tambora siapkan 10.000 bibit kemiri
"Dengan pengelolaan yang profesional dan berstandar, kami optimistis Tambora dapat semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan yang aman, menarik, dan berkelanjutan," katanya.
Balai TN Tambora menilai penguatan promosi yang berkelanjutan menjadi kunci untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu motor penggerak pariwisata NTB di masa mendatang.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026