Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Desa Segala Anyar Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah menyatakan, sebanyak 300 pohon kopi telah dikembangkan di desanya yang merupakan salah satu desa penyangga di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Terdapat 300 pohon kopi di kebun warga sekarang telah memasuki masa panen," kata Kepala Desa Segala Anyar Ahmad Zaini di Lombok Tengah, Senin.
Ia mengatakan, Desa Segala Anyar memiliki potensi pertanian yang sangat strategis, terutama karena karakteristik lahan yang ada didominasi lahan kering dan tadah hujan.
Para petani mengoptimalkan lahan tadah hujan dengan menanam berbagai komoditas salah satunya yang dikembangkan oleh petani bernama Rasip dengan menanam kopi robusta dan arabika.
"Dengan lahan yang terbatas beliau dan dengan tantangan keterbatasan air mampu membuktikan bahwa jenis kopi jenis robusta dan arabika bisa tumbuh subur dan menghasilkan selain komoditas lain yg ditanam oleh warga Segala Anyar yakni melon, semangka, cabe, tomat dan bawang," katanya.
Dengan potensi besar dalam pengembangan pertanian terpadu dan berkelanjutan pemerintah desa melalui Bumdes dan kelompok petani muda, berikhtiar mengembangkan pupuk organik dari kotoran hewan yang sumbernya dari kandang sapi, kambing, ayam yang ada.
Baca juga: Cerita dari Banaran tentang kebun kopi
"Kebon Kopi ini berada di lahan seluas 12 are dan telah ditanami kopi sejak 4 tahun," katanya.
Sementara itu, Pemilik Kebun kopi Rasip mengatakan bahwa panen tahun ini adalah yang terbanyak sejak pohon kopi ini ditanam.
"Pohon kopi yang ditanam ini mulai empat tahun lalu dan sekarang bisa berbuah lebat," katanya.
Baca juga: Berkas korupsi kebun kopi Tambora dinyatakan lengkap
Selain menanam kopi, Rasip juga menyediakan bibit kopi arabika bagi para petani yang tertarik untuk mengikuti jejaknya menanam kopi.
Sebelumnya, berbagai komoditas pertanian pernah ditanam di lahan nya itu, seperti pisang, pepaya dan lainnya. Namun belum membuahkan hasil yang signifikan, sehingga dirinya terus melakukan upaya untuk mengganti dengan tanaman lain.
"Hingga suatu hari saya membeli bibit kopi dan menanam nya di lahan tersebut,," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026