Lombok Tengah, NTB (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengingatkan para investor, yang sedang melakukan aktivitas pembangunan, memperhatikan lingkungan.
"Setiap pembangunan pasti ada dampak positif dan dampak negatif yang ditimbulkan," kata Staf Ahli Bupati Lombok Tengah Lalu Sungkul di Lombok Tengah, NTB, Senin.
Ia mengatakan para investor yang melaksanakan pembangunan harus tetap memperhatikan dampak lingkungan seperti tetap membuat jaringan irigasi, sehingga tidak menimbulkan bencana alam banjir dan tanah longsor saat terjadi cuaca ekstrem.
"Artinya, para investor ini juga kami minta supaya memperhitungkan saluran irigasi di sekitar tempat mereka membangun," katanya.
Baca juga: KEK Mandalika makin menggoda investor, ITDC tawarkan insentif 'all-in' berkelas dunia
Ia mencontohkan para investor yang melakukan penataan pembangunan di area perbukitan penting juga memikirkan kondisi pembangunan atau masyarakat yang ada di hilir atau di bawah perbukitan.
"Yang di atas memang tidak terdampak, tetapi akibat pembangunan itu memberi dampak terhadap kondisi di area bawah," katanya.
Oleh karena itu, pascabanjir yang terjadi dampak cuaca ekstrem tersebut, diharapkan semua pihak untuk berbenah termasuk pemesanan daerah untuk tetap meningkatkan pengalaman terhadap para investor yang melakukan pembangunan.
"Kalau melanggar, maka izin mereka bisa dicabut. Harus ada komitmen bersama ke depannya," katanya.
Ia mengatakan mengantisipasi dampak pembangunan ini harus dilakukan secara bersama-sama baik itu pemerintah, investor, dan masyarakat.
Baca juga: Langgar sempadan pantai, Vila di Selong Belanak Lombok Tengah disegel
Dampak bencana alam tersebut, tidak boleh disalahkan sepenuhnya kepada para investor, tetapi tanggung jawab bersama untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
"Sinergi itu harus tetap ditingkatkan dalam mendukung pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat," katanya.
Sebelumnya, pada 23-25 Februari 2026 wilayah lingkar Mandalika terdampak banjir akibat cuaca ekstrem yang menyebabkan tanah di perbukitan tergerus dan menutupi drainase.
Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, namun kerugian material dan aktivitas pariwisata di wilayah sempat terganggu, karena akses jalan tertutup lumpur.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026