Dompu (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Bima, Nusa Tengggara Barat (NTB) menargetkan penyerapan 56 ribu ton jagung pipilan kering dari petani di wilayah Bima dan Dompu sepanjang 2026.
Kepala Bulog Cabang Bima, Alfan Ghazali, mengatakan target tersebut meningkat signifikan dibanding realisasi penyerapan tahun 2025 yang mencapai sekitar 21.840 ton.
"Target kami 56 ribu ton tahun ini, disesuaikan dengan kapasitas gudang yang tersedia," ujarnya kepada ANTARA, saat dihubungi dari Dompu, Selasa.
Ia menjelaskan, wilayah kerja Bulog Kancab Bima meliputi Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu. Penyerapan jagung dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kapasitas penyimpanan yang ada, yang saat ini masih terbatas dibandingkan potensi produksi petani.
Menurut dia, harga pembelian jagung ditetapkan bervariasi berdasarkan kualitas dan standar yang dipenuhi. Untuk harga tertinggi Rp6.400 per kilogram, jagung harus dikemas dalam karung 70 kilogram dengan kadar air maksimal 14 persen dan kandungan aflatoksin maksimal 500 ppb.
Sementara itu, harga Rp6.250 per kilogram berlaku untuk jagung dalam kemasan baru 50 kilogram dan jagung curah dengan kadar air maksimal 14 persen dan aflatoksin maksimal 500 ppb. Adapun harga Rp5.500 per kilogram diberlakukan untuk jagung dengan kadar air 18 hingga 20 persen dalam kemasan baru 50 kilogram dengan batas aflatoksin maksimal 500 ppb.
Baca juga: Bulog meminta petani jual gabah sesuai usia panen
Selain standar kualitas, Bulog juga mensyaratkan dokumen administrasi berupa surat rekomendasi atau surat jalan dari bhabinkamtibmas guna memastikan komoditas yang disetorkan berasal dari desa setempat.
Alfan menambahkan, Bulog Kancab Bima saat ini mengoperasikan sejumlah gudang, antara lain Jatiwangi di Kota Bima, Talabiu dan Pandai di Kabupaten Bima, serta Lapadi, Woja, dan SPJ di Dompu. Pihaknya juga tengah mengupayakan penambahan kapasitas gudang untuk mengoptimalkan penyerapan hasil panen.
Baca juga: Bulog sebut anggaran serap gabah dan jagung mencapai Rp68,6 triliun
"Kami berkomitmen menyerap hasil panen jagung petani lokal di wilayah NTB untuk memperkuat cadangan pangan dan mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo," katanya.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026